Protes Jalan Rusak Tak Kunjung Diperbaiki, Warga Karang Bolong Cilegon Tanam Pisang di Tengah Jalan

CILEGON – Puluhan warga Jalan Fatahilah, Lingkungan Karang Bolong, Kelurahan Randakari, Kecamatan Ciwandan, Kota Cilegon, menggelar aksi protes atas kondisi jalan rusak parah yang tak kunjung diperbaiki selama kurang lebih 15 tahun, Minggu (1/2/2026).
Warga dari RT 03 dan RT 04 RW 05 itu meluapkan kekecewaan mereka terhadap pemerintah yang dinilai abai, meski jalan tersebut merupakan akses vital penghubung wilayah mereka dengan Jalur Lingkar Selatan (JLS).
Pantauan di lokasi, warga membentangkan sejumlah poster berisi tuntutan kepada Wali Kota Cilegon Robinsar dan Gubernur Banten agar segera turun tangan.
Sebagai simbol protes, warga menanam pohon pisang di tengah jalan rusak dan menebar ikan lele di genangan air pada lubang jalan.
Salah satu warga, Mamun, menegaskan bahwa aksi tersebut murni dilakukan sebagai bentuk tuntutan agar pemerintah hadir dan melihat langsung kondisi infrastruktur yang setiap hari mereka lalui.
“Aksi protes ini semata-mata karena jalan penghubung dari JLS ke lingkungan kami sudah tidak layak. Ini Kota Cilegon, kota industri besar. Kami mohon kepada pemerintah terkait, tolong lirik kami sebagai warga Kota Cilegon,” ujar Mamun kepada awak media.
Ia mengungkapkan, warga merasa terisolasi lantaran selama belasan tahun tidak ada pembangunan jalan yang memadai hingga memasuki tahun 2026.
“Kami ingin diakui, ingin dimanjakan juga sebagai warga. Tak kenal maka tak sayang, makanya kami mengajak para pejabat untuk turun langsung melihat kondisi ini, jangan hanya janji,” ungkapnya.
Mamun menegaskan kondisi tersebut sudah terlalu lama dibiarkan tanpa solusi nyata.
“Selama 15 tahun tidak ada pembangunan jalan. Kami harus mengadu ke mana lagi kalau bukan ke Pemerintah Kota Cilegon,” tegasnya.
Terkait spanduk ancaman golput pada Pemilu 2029 yang dibentangkan warga, Mamun menjelaskan hal itu merupakan bentuk akumulasi kekecewaan masyarakat terhadap janji-janji yang tak pernah terealisasi.
“Itu bukti masyarakat sudah lelah dengan janji. Nyatanya sampai sekarang tidak ada hasil terkait jalan ini,” katanya.
Hal senada disampaikan Heru, warga setempat, yang menilai kondisi jalan tersebut sangat membahayakan keselamatan pengguna.
“Jalan ini penghubung Kota Cilegon dengan Kabupaten Serang, panjangnya sekitar dua kilometer bahkan bisa lebih. Kondisinya sangat memprihatinkan. Sudah ada korban, baik pengendara roda dua maupun roda empat, yang terjun ke tebing karena tidak ada pembatas jalan,” jelasnya.
Ia berharap Pemerintah Kota Cilegon, khususnya Wali Kota Robinsar, segera memberikan perhatian serius.
“Kami sangat mengharapkan bantuan dari pemerintah. Saya memohon dengan sangat agar jalan kami ini segera diperbaiki,” ujarnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari Pemerintah Kota Cilegon maupun dinas terkait atas tuntutan warga tersebut. ***


