Realisasi Belanja APBD 2025 Pemkot Cilegon, Dinas Pendidikan dan Disperindag Terendah

 

CILEGON — Pemerintah Kota Cilegon memaparkan capaian realisasi belanja Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2025 pada masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Paparan tersebut disampaikan dalam Rapat Dinas Pemerintah Kota Cilegon yang dihadiri langsung oleh Wali Kota Cilegon Robinsar dan dipimpin oleh Wakil Wali Kota Cilegon Fajar Hadi Prabowo, serta diikuti seluruh kepala OPD di lingkungan Pemkot Cilegon, Senin, (5/1/2026).

Berdasarkan data yang diterima, realisasi belanja APBD 2025 tertinggi dicatatkan oleh Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Kota Cilegon dengan capaian sebesar 95,81 persen.

Sementara itu, realisasi terendah tercatat pada Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Cilegon yang hanya mencapai 44,33 persen.

Plt Asisten Daerah II Kota Cilegon, Tunggul Fernando Simanjuntak, menjelaskan terdapat sejumlah faktor yang mempengaruhi rendahnya penyerapan anggaran pada beberapa OPD, salah satunya terkait Dana Alokasi Khusus (DAK).

“Ada DAK (Dana Alokasi Khusus) sekitar Rp 29–30 miliar terkait pembangunan Pasar Kranggot tidak bisa diserap, karena sertifikatnya belum (ada),” ujarnya.

Selain itu, Tunggul juga mengungkapkan kendala administrasi dalam pelaporan belanja masih ada salah satunya di sektor pendidikan yang turut mempengaruhi serapan anggaran.

“Dinas Pendidikan belum selesai pelaporan dana BOS-nya,” katanya.

Akibatnya, capaian realisasi belanja Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Cilegon hanya mencapai 83,52% dari anggaran yang dialokasikan.

Sementara itu, Plt Sekretaris Daerah Kota Cilegon, Aziz Setia Ade, menyampaikan bahwa Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SILPA) Kota Cilegon pada tahun 2025 tercatat mencapai Rp 80 miliar.

Hal ini disebabkan karena target pendapatan yang melebihi target dan hasil dari berbagai efisiensi yang dilakukan sesuai arahan Presiden Prabowo.

“SILPA Rp 80 miliar, karena pendapatan melebihi target secara keseluruhan di atas seratus persen dan ada efisiensi belanja yang kurang penting bagi masyarakat,” jelas Aziz.***

WP-Backgrounds Lite by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann 1010 Wien