RSUD Cilegon Akui Ada Alat Rusak Karena Banjir Tahun Lalu

CILEGON – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Cilegon benarkan adanya informasi adanya salah satu alat medis di RSUD yang rusak, hal ini diakui faktor banjir yang terjadi di RSUD pada Mei 2020.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur RSUD Cilegon dr Hj Meisuri membenarkan ada alat yang rusak ini adalah CT Scan, dimana alat ini rusak di karenakan terkena banjir pada Mei 2020 yang lalu. Dimana, alat ini dilakukan pengadaan pada Tahun 2017.

“CT scan ini pengadaan tahun 2017 dianggarkan dari Anggaran DAK bidang kesehatan. Dan kondisi saat ini rusak karena banjir tahun lalu,” kata dr Hj Meisuri dalam keterangan tertulis, Sabtu (27/03/2021).

Lebih lanjut, anggaran Pemeliharaan Alkes tahun 2021 pihak RSUD hanya mampu anggarkan sebesar Rp 500 juta, itu pun tak mencukupi semua alkes yang ada.

Sementara perkiraan perbaikkan CT Scan tersebut kisaran Rp 800 juta, dimana dampak covid-19, menyebabkan pendapatan RSUD menurun.

CT Scan milik RSUD Cilegon dalam kondisi rusak akibat banjir 2020 lalu /dok

“Dan mengakibatkan pemeliharaan CT Scan tersebut belum dapat dilakukan ditahun ini,” ungkapnya.

Sementara itu, Plt Wadir umumnya dan keuangan RSUD Cilegon dr Hj. Robiatul Adawiyah membenarkan saat banjir tanggal 04 bulan Mei tahun 2020 tahun lalu, ada beberapa alat kesehatan terendam banjir dan merendam beberapa ruangan pelayanan.

“Saat itu Ketinggian banjir di beberapa lokasi di RSUD Cilegon mencapai lutut orang dewasa,” tuturnya dalam keterangan tertulis.

Kemudian, banjir saat itu dikarenakan Saluran drainase dan sungai di belakang rumah sakit saat itu meluap. Dan, saat ini ct scan tersebut sudah dicatat dalam pencatatan aset masuk ke kondisi rusak. (*/A.Laksono).