Wisata Anyer

Santuni Puluhan Anak Yatim, Gapasdap Minta Pengaturan SKB Mudik Lebaran Lebih Fleksibel

CILEGON – Ketua Umum Gabungan Pengusaha Nasional Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (Gapasdap), Khoiri Soetomo, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pemangku kepentingan di industri penyeberangan nasional yang selama ini terlibat dalam pelayanan transportasi laut, khususnya menjelang arus mudik Lebaran.

Hal itu disampaikan Khoiri Soetomo dalam kegiatan istighosah dan doa bersama serta santunan kepada puluhan anak yatim piatu yang dihadiri oleh operator kapal, regulator, hingga instansi pengamanan.

“Kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh stakeholder di industri angkutan penyeberangan nasional. Di sini ada teman-teman dari DPC Gapasdap, dari INFA, kemudian GM ASDP Indonesia Ferry beserta jajaran, ada KSOP, BPTD beserta jajaran,” ujar Khoiri Soetomo kepada awak media, Jumat (6/3/2026).

Ia menegaskan, kegiatan istighosah tersebut bukan sekadar doa bersama, tetapi juga bentuk komitmen para operator penyeberangan dalam mempersiapkan layanan transportasi yang aman dan lancar menjelang arus mudik Lebaran 1447 Hijriah.

“Bukan hanya memohon doa dari para anak yatim untuk keselamatan, tetapi ini juga menunjukkan komitmen kami dalam melayani angkutan penyeberangan. Kapal-kapal sudah kami rawat, masuk docking, dan berbagai persiapan teknis lainnya,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Gapasdap juga meminta pemerintah, khususnya Menteri Perhubungan, agar kebijakan Surat Keputusan Bersama (SKB) terkait pengaturan arus mudik dapat diterapkan secara lebih fleksibel.

“Kami berharap pelaksanaan SKB yang dimulai dari H-10 sampai H-7 nanti bisa lebih fleksibel mengikuti dinamika di lapangan,” tegas Khoiri.

Menurutnya, pengalaman pada periode angkutan sebelumnya menunjukkan adanya ketimpangan distribusi kendaraan di sejumlah pelabuhan penyeberangan.

“Pada saat SKB diberlakukan, Pelabuhan Merak justru kosong melompong, sementara di pelabuhan penunjang seperti Ciwandan antrean kendaraan bisa mencapai dua hingga tiga hari,” ungkapnya.

Ia menambahkan, jalur Pelabuhan Merak–Pelabuhan Bakauheni tetap harus menjadi jalur utama penyeberangan nasional yang didukung oleh pelabuhan penunjang seperti BBJ dan Ciwandan.

“Merak–Bakauheni adalah pelabuhan utama yang sudah dibangun puluhan tahun bersama seluruh stakeholder. Karena itu kami berharap kebijakan pengaturan arus kendaraan tidak justru membalik peran pelabuhan utama dan pelabuhan penunjang,” pungkasnya.***

WP-Backgrounds Lite by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann 1010 Wien