Sepi Penumpang Saat Mudik, Pendapatan Porter di Pelabuhan Merak Merosot Tajam

CILEGON – Sanusi, seorang porter di Pelabuhan Merak, Banten, mengeluhkan menurunnya permintaan jasa angkut barang selama musim mudik Lebaran 2025.
Ia menyebutkan bahwa dalam sehari, tak jarang dirinya pulang tanpa penghasilan.
“Sekarang benar-benar sepi. Kadang sehari enggak dapat job sama sekali. Kalau enggak bawa bekal dari rumah, bisa-bisa enggak makan,” ujarnya kepada wartawan, Jumat (4/4/2025).
Menurut Sanusi, dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, jumlah pemudik yang melintasi Pelabuhan Merak tahun ini turun drastis.
Kondisi tersebut berdampak langsung terhadap pendapatan para porter yang menggantungkan penghasilan dari barang bawaan penumpang.

“Jauh banget dibandingkan tahun lalu. Dulu saat sepi pun masih bisa dapat satu atau dua pelanggan per hari. Sekarang bisa nol sama sekali,” katanya.
Sanusi mengungkapkan, biasanya ia bisa mengantongi hingga Rp200 ribu per hari dari jasa mengangkut barang. Namun kini, mendapatkan satu atau dua pelanggan saja sudah dianggap bagus.
Tarif jasa porter, lanjut Sanusi, bervariasi tergantung jumlah dan jenis barang, serta hasil kesepakatan dengan pengguna jasa.
Ia menegaskan tidak pernah menetapkan tarif secara sepihak meskipun sedang musim mudik.
“Tarif tergantung banyaknya barang dan kesepakatan, enggak ada patokan tetap,” jelasnya.
Sanusi sendiri telah menjadi porter di Pelabuhan Merak sejak tahun 1996, saat itu ia hanya melayani penumpang di dermaga reguler.
Kini, ia menyebutkan terdapat sekitar 64 porter yang beroperasi di kawasan pelabuhan tersebut. (*/Fachrul)

