Sinergi Krakatau Steel dan PWI Cilegon Dorong Literasi Media Mahasiswa sebagai Investasi SDM Unggul

CILEGON – PT Krakatau Steel (Persero) Tbk / Krakatau Steel Group (KRAS) terus berkomitmen mendukung pembangunan masyarakat di sekitar wilayah operasional.
Komitmen ini diwujudkan melalui penguatan literasi media bagi generasi muda sebagai investasi jangka panjang dalam menciptakan ekosistem industri yang adaptif dan berdaya saing.
Menyambut Hari Pers Nasional (HPN) 2026, Krakatau Steel Group bersinergi dengan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Cilegon menggelar kegiatan “Krakatau Steel Group & Journalist Goes to Campus” di STIT Al-Khairiyah Cilegon, Selasa (10/2/2026).
Direktur Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, Dr. Akbar Djohan, menegaskan bahwa penguatan literasi adalah bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan sekaligus strategi membangun kualitas SDM nasional.
“Krakatau Steel memandang literasi media sebagai fondasi penting untuk membentuk generasi muda yang kritis, adaptif, dan berkarakter. Melalui sinergi dengan insan pers dan perguruan tinggi, kami menyiapkan SDM unggul yang siap menghadapi tantangan industri serta dinamika informasi global,” ujar Akbar Djohan, yang juga menjabat sebagai Chairman Indonesia Iron & Steel Industry Association (IISIA) dan Chairman Asosiasi Logistik & Forwarder Indonesia (ALFI/ILFA).
Mahasiswa sebagai generasi muda harapan bangsa yang akan berperan penting dalam pembangunan sosial dan ekonomi ke depan. Melalui interaksi langsung dengan insan pers, mahasiswa dibekali pemahaman mengenai peran media massa, etika jurnalistik, serta tantangan penyebaran informasi di era digital.
Literasi media menjadi kompetensi krusial agar generasi muda mampu bersikap kritis, memilah informasi secara objektif, serta memanfaatkan media sebagai sarana edukasi dan partisipasi publik yang bertanggung jawab.
Dengan bekal tersebut, mahasiswa diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang cerdas, berintegritas, dan berkontribusi positif bagi masyarakat.

Ketua PWI Kota Cilegon, Ahmad Fauzi Chan, menegaskan pentingnya peningkatan kualitas kerja jurnalistik melalui pendekatan yang lebih mendalam dan berbasis kajian.
“PWI melalui berbagai programnya terus berupaya membenahi dunia pers ke depan. Wartawan dituntut tidak hanya menyajikan informasi, tetapi juga mampu melakukan analisis, kajian data, dan verifikasi yang lebih mendalam agar informasi yang disampaikan benar-benar memiliki nilai manfaat bagi publik,” ujar Ahmad Fauzi Chan.
Harapannya melalui kegiatan ini terbangun sinergi berkelanjutan antara wartawan dan akademisi dalam menumbuhkembangkan generasi literasi yang andal.
Sementara Wakil Ketua II STIT Al-Khairiyah Cilegon, Hj. Nadrotul Uyun, menegaskan bahwa peran insan pers memiliki posisi strategis dalam mendukung pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, yang meliputi pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
“Pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi tidak akan tersampaikan secara optimal kepada masyarakat tanpa peran jurnalis. Pers menjadi mitra penting dalam menyebarluaskan nilai-nilai pendidikan, hasil penelitian, serta pengabdian kampus kepada publik secara luas,” ujar Hj. Nadrotul Uyun.
Ia menambahkan, kolaborasi antara kampus dan insan pers diharapkan mampu memotivasi mahasiswa untuk lebih tertarik dan terlibat dalam dunia jurnalistik, khususnya di era digital yang sarat dengan tantangan informasi.
Ia berharap insan pers terus konsisten menyajikan berita yang mendidik, profesional, dan berintegritas, sekaligus berperan aktif menangkal informasi yang berpotensi memecah belah bangsa.
Inisiatif ini sejalan dengan agenda Asta Cita Presiden RI, Prabowo Subianto, khususnya dalam pembangunan SDM yang unggul dan berintegritas.
Penguatan kapasitas literasi ini diharapkan melahirkan generasi yang matang secara akademik sekaligus bijak dalam menyikapi arus informasi.
Penguatan kapasitas generasi muda melalui literasi informasi diharapkan mampu melahirkan SDM yang tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga matang dalam menyikapi arus informasi dan perubahan sosial.***


