Toko Koperasi Merah Putih di Cilegon Masih Ada yang Belum Dapatkan Pasokan Barang Bersubsidi

CILEGON – Aktivitas bisnis sejumlah Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) di Kota Cilegon dinilai masih belum berjalan sesuai konsepnya.

Meski telah berdiri sejak Juni 2025 lalu, geliat usaha koperasi yang digagas Pemerintah untuk memperkuat ekonomi rakyat di tingkat kelurahan itu belum menunjukkan perkembangan signifikan.

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM (Dinkop) Kota Cilegon, Didin S. Maulana, mengatakan, pihaknya tengah melakukan evaluasi dan terus melakukan pendampingan kepada Koperasi Merah Putih tersebut.

Hal itu disampaikan Didin usai meninjau Koperasi Merah Putih di Kelurahan Warnasari, Kecamatan Citangkil, pada Rabu (12/11/2025).

“Koperasi Merah Putih ini sudah operasional, minimal dari modal sendiri mereka sudah bisa transaksi. Tadi itu ada beras, ada gas, ada minyak, dan produk rumah tangga juga,” ujar Didin, Rabu (12/11/2025).

Namun, Didin mengakui bahwa semangat pengurus koperasi untuk segera menjalankan bisnisnya belum diimbangi dengan kesiapan sistem dan dukungan pasokan bahan baku murah.

Akibatnya, sejumlah koperasi harus membeli barang dari pihak ketiga dengan harga tinggi.

“Karena semangat pengurus ingin cepat jualan, akhirnya mereka membeli barang-barang yang memang agak mahal. Padahal, sebenarnya Koperasi Merah Putih ini bisa mendapatkan barang dengan harga subsidi,” tuturnya.

Didin menjelaskan, Pemerintah Kota Cilegon akan segera melakukan langkah perbaikan, terutama dalam hal permodalan dan kemitraan agar koperasi tidak bergantung pada harga pasar yang tinggi.

Salah satu upaya yang disiapkan adalah skema pinjaman lunak tanpa bunga.

“Insya Allah minggu depan kita sosialisasi kaitan dengan permodalan yang akan kita gulirkan di BPRS, dengan pinjaman maksimal Rp10 juta tanpa bunga dan tanpa margin selama setahun, serta grace period dua bulan,” jelasnya.

Selain dukungan modal, pemerintah juga akan memfasilitasi kemitraan antara koperasi dan sejumlah perusahaan produsen dan distributor seperti PT Pertamina Patraniaga, ID Food, PT ABM, PT Pos, BRI, dan Bulog.

Dengan begitu, koperasi bisa membeli produk langsung dari sumber pertama, tanpa melalui perantara.

“Kita ingin koperasi ini bisa langsung membeli produk-produk dari sumbernya, tidak melalui lembaga lain lagi. Jadi harganya bisa lebih murah dan margin keuntungan untuk anggota juga lebih besar,” tambah Didin.

Hingga kini, dari total 43 Koperasi Merah Putih yang terdaftar di Kota Cilegon, hanya sekitar 9 hingga 10 koperasi yang sudah memiliki kegiatan usaha aktif. Selebihnya masih dalam tahap persiapan dan penyesuaian lokasi.

“Yang sudah ada usahanya itu sekitar 9–10 koperasi dari 43 (kelurahan). Mudah-mudahan dengan ada modal yang kita gulirkan nanti bisa cepat tumbuh,” pungkasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Bidang Usaha Koperasi Merah Putih Warnasari, Ridwan, mengakui bahwa permasalahan utama yang dihadapi koperasi saat ini adalah keterbatasan modal dan akses terhadap sumber bahan baku.

“Selama ini kita menggunakan dana anggota. Tapi kalau ada regulasi atau pinjaman dari pihak lain seperti bank, diharapkan bisa segera dikucurkan. Karena kendala kita sekarang ini di permodalan,” ujarnya.

Ridwan juga mengungkapkan bahwa pihaknya sedang menjajaki kerja sama dengan sejumlah perusahaan pemasok bahan pangan, termasuk IDFood dan Pertagas, guna mempercepat distribusi barang dan menekan biaya pembelian.

“Memang sekarang karena kita membeli bahan baku dari perorangan, harganya jadi agak mahal. Harapan kami ada kemudahan untuk membeli dari sumber langsung agar bisa dijual ke masyarakat dengan harga lebih murah,” kata Ridwan.

Meski begitu, ia mengklaim bahwa transaksi di koperasi terus berjalan setiap hari, meski dengan volume yang masih kecil.

“Alhamdulillah tiap hari ada saja satu anggota baru yang masuk. Sekarang sudah ada sekitar 32 anggota, dan bulan depan mudah-mudahan bisa naik jadi 50,” tambahnya.

Ridwan berharap dukungan nyata dari Dinas Koperasi agar koperasi dapat berkembang lebih cepat.

“Kami butuh kemudahan untuk mendapatkan bahan baku dengan harga lebih murah. Kalau ini bisa terwujud, koperasi Merah Putih pasti bisa tumbuh lebih baik,” pungkasnya. (*/Adv)

Karang Taruna Gerem
WP-Backgrounds Lite by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann 1010 Wien