Tokoh Pengusaha Lokal Ini Mendorong Mall Industri di Kota Baja

 

CILEGON – Ketua Dewan Pembina Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kota Cilegon, Ahmad Suhandi, mengusulkan agar Kota Cilegon memiliki pusat perbelanjaan khusus yang menyediakan kebutuhan industri.

Gagasan itu disampaikan pria yang akrab disapa Andi Jempol kepada wartawan, pada Rabu (17/9/2025).

Usulan ini berangkat dari keyakinannya bahwa Cilegon sebagai kota industri terbesar di Banten memiliki peluang besar dalam sektor perdagangan penunjang industri.

“Banyak industri PMA dan PMDN berdiri di Cilegon, tapi belum ada satu tempat khusus di kota kita yang menyediakan sparepart, oli, atau material pendukung lainnya secara mudah dan lengkap,” ujar Andi Jempol.

Andi menilai, kebutuhan barang penunjang industri di Cilegon sangat luar biasa. Mulai dari sparepart mesin, oli, bahan kimia ringan, hingga komponen mekanik dan elektrikal yang menjadi kebutuhan harian perusahaan.

“Permintaannya tinggi sekali, ini peluang yang harus ditangkap,” tegasnya.

Selain itu, proyek-proyek konstruksi juga memerlukan pasokan cepat dan berkualitas.

Kebutuhan material elektrikal dan perpipaan, kata Andi, akan selalu ada dalam setiap pengembangan kawasan, infrastruktur publik, maupun ekspansi pabrik.

“Material elektrikal dan perpipaan itu kebutuhan proyek yang terus ada. Setiap pembangunan pasti butuh, dan Cilegon punya pasar besar untuk itu,” tambahnya.

Untuk mewujudkan ide tersebut, ia mendorong pemerintah kota agar dapat memanfaatkan gedung eks Matahari Lama di Jombang sebagai lokasi mall industri.

“Gedung eks Matahari lama di Jombang bisa difungsikan untuk mall itu,” ujarnya.

Lokasi tersebut dinilai strategis karena berada di pusat kota dengan akses transportasi yang memadai. Menurut Andi, konsep mall industri bukan untuk mengatasi keterbatasan, melainkan menangkap peluang besar dari pasar yang sudah terbentuk.

“Potensinya besar sekali, kita jangan menunggu, tapi harus tangkap peluang permintaan yang terus tumbuh,” jelasnya.

Ia juga berharap kehadiran pusat belanja industri mampu melibatkan UMKM lokal. Para pelaku usaha kecil dapat berperan sebagai penyedia komponen ringan, pelumas, aksesoris pabrik, hingga jasa pendukung.

“UMKM Cilegon bisa memanfaatkannya,” kata Andi.

Integrasi antara industri besar dan UMKM lokal, lanjutnya, akan menciptakan rantai pasok yang lebih efisien, sekaligus membuka lapangan kerja baru di sektor perdagangan.

“Kalau industrinya sudah besar dan banyak, kenapa kebutuhan pendukungnya tidak kita sediakan di sini? Ini bukan soal keterbatasan, tapi soal menangkap peluang pasar yang nilainya sangat besar,” ungkapnya.

Menurut Andi, keberadaan mall industri akan memberikan efek berganda (multiplier effect) bagi perekonomian. Perusahaan tidak lagi perlu mencari kebutuhan ke luar daerah, sementara UMKM lokal akan memperoleh akses pasar lebih luas.

Selain itu, pusat industri ini diyakini akan menambah daya tarik investasi Cilegon.

“Kalau semua barang pendukung sudah tersedia di sini, investor akan merasa lebih nyaman datang ke Cilegon,” ujarnya.

Ia menekankan pentingnya langkah berani dari pemerintah kota agar gedung strategis tidak terbengkalai.

“Jangan biarkan gedung strategis itu terbengkalai. Kita bisa hidupkan lagi jadi pusat perbelanjaan industri,” katanya.

Andi optimistis, dengan sinergi pemerintah, HIPMI, UMKM, serta investor lokal, kehadiran mall industri akan menjadi tonggak baru bagi pertumbuhan ekonomi Cilegon.

“Kalau peluang sebesar ini tidak kita tangkap, kita akan kehilangan momentum,” pungkasnya. (*/ARAS)

WP-Backgrounds Lite by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann 1010 Wien