Tukang Sayur, Ojek hingga Nelayan di Cilegon Bisa Dapat BPJS Ketenagakerjaan, Begini Cara Daftarnya

CILEGON – Pekerja rentan di Kota Cilegon seperti tukang sayur, tukang ojek, hingga nelayan kini berkesempatan memperoleh perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan.
Program ini digulirkan melalui Gerakan Mensejahterakan Pekerja Sekitar Kita (GEMET SEKUL) yang didorong Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon bersama BPJS Ketenagakerjaan.
Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cilegon, Afriwan Mahendra, menegaskan bahwa kepesertaan dalam program jaminan sosial ini sangat penting, terutama bagi pekerja informal dan keluarganya.
Menurutnya, perlindungan sosial mampu mencegah dampak ekonomi serius ketika pencari nafkah utama mengalami musibah.
“Kalau terjadi kecelakaan kerja atau bahkan meninggal dunia, kepala keluarga yang menjadi tulang punggung tentu meninggalkan risiko ekonomi bagi anak dan istrinya. Dengan menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan, keluarga tetap bisa melanjutkan kehidupannya meski ditinggalkan,” ujarnya usai rapat koordinasi GEMET SEKUL di Aula Setda Cilegon, Kamis (28/8/2025) kemarin.

Afriwan menjelaskan, mekanisme pendaftaran dapat dilakukan melalui tiga cara.
Pertama, mendaftar secara mandiri melalui situs resmi BPJS Ketenagakerjaan dengan menggunakan nomor KTP.
Kedua, datang langsung ke kantor BPJS Ketenagakerjaan terdekat. Ketiga, melalui agen Perisai yang tersebar di sejumlah titik.
“Bagi pekerja seperti asisten rumah tangga, tukang sayur, maupun tukang ojek, bisa langsung mendaftar lewat tiga saluran tersebut, baik online, datang ke kantor, maupun melalui agen Perisai,” jelasnya.
Selain itu, Afriwan mengungkapkan pada Selasa mendatang pihaknya akan berkolaborasi dengan 35 perusahaan di Cilegon dalam sebuah agenda bersama.
Salah satu yang didorong adalah pemanfaatan dana corporate social responsibility (CSR) untuk perlindungan sosial bagi masyarakat kurang mampu.
“Perusahaan kami dorong agar CSR-nya bisa difokuskan pada perlindungan pekerja informal, seperti nelayan, tukang ojek, maupun pedagang sayur, karena mereka memiliki risiko kerja yang tinggi,” pungkasnya.(*/Nandi).

