Turun Peringkat Juara Pengawasan Arsip, DPK Cilegon Tak Patah Semangat: 2027 Targetkan Punya Gedung Baru
CILEGON – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kota Cilegon berhasil meraih peringkat kedua dalam penilaian pengawasan arsip eksternal Lembaga Kearsipan Daerah (LKD) kabupaten/kota se-Provinsi Banten tahun 2025.
Kepala DPK Kota Cilegon, Ismatullah, mengatakan capaian tersebut tetap patut disyukuri meski tahun sebelumnya Cilegon berhasil meraih peringkat pertama.
“Tahun kemarin kita sebenarnya ranking satu, sekarang turun ke ranking dua. Itu karena ada kabupaten/kota lain yang melakukan perbaikan sarana, salah satunya dengan pembangunan gedung kearsipan yang lebih terpusat,” ujar Ismatullah di Cilegon, Selasa (2/9/2025).
Menurutnya, DPK Cilegon tidak berkecil hati dengan penurunan peringkat tersebut.
Pihaknya justru menjadikan hal itu sebagai motivasi untuk memperkuat sarana dan layanan kearsipan di masa mendatang.
“Insya Allah tahun 2027 nanti kita juga akan memiliki gedung baru yang dibangun dari dana APBD melalui Dinas Pekerjaan Umum. Gedung itu diharapkan bisa lebih representatif dalam memberikan pelayanan kepada OPD maupun masyarakat yang menyimpan arsip di Kota Cilegon,” terangnya.
Selain mengembangkan sarana fisik, DPK Cilegon juga terus mendorong penguatan program kearsipan, mulai dari pembinaan dan pengawasan arsip bagi OPD, kecamatan hingga kelurahan.
“Alhamdulillah, upaya kita tetap berbuah prestasi dengan meraih juara kedua tahun ini. Ini membuktikan bahwa kita tidak hanya fokus pada pengelolaan perpustakaan, tetapi juga serius dalam pengawasan kearsipan,” katanya.
Ismatullah menambahkan, kearsipan memiliki peran penting dalam mendukung tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik.
Untuk itu, DPK Cilegon saat ini juga tengah mengintensifkan digitalisasi dan kapsulasi arsip vital, termasuk dokumen pendidikan siswa SD dan SMP.
“Dengan adanya perlindungan arsip ini, masyarakat akan merasa lebih aman dan nyaman. Misalnya, bila terjadi kebakaran atau bencana alam, arsip-arsip yang sudah didigitalisasi bisa dicetak kembali sesuai aslinya karena kita memiliki perangkat pemindai beresolusi 600 dpi,” jelasnya.(*/Nandi).
