Walikota Cilegon Robinsar Hadiri Harlah 1 Abad Al-Jahrotunnaqiyyah
CILEGON – Walikota Cilegon Robinsar menghadiri peringatan Hari Lahir Al – Jahrotunnaqiyyah yang ke 103 Hijriah atau satu abad Masehi yang dirangkaikan dengan haul pendirinya KH Abdul Lathief bertempat di Pondok Pesantren Al-Jahrotunnaqiyyah Pusat Cibeber, Senin 13 April 2026.
Dalam sambutannya, Wali Kota Cilegon Robinsar menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia juga mengapresiasi kepada Yayasan Al-Jahrotunnaqiyyah yang dinilai konsisten dalam berkontribusi di dunia pendidikan khususnya pendidikan agama islam.
“Alhamdulillah, pada kesempatan ini kami bisa hadir dan bersama-sama mengikuti acara harlah serta haul pendiri Al-Jahrotunnaqiyyah. Kami juga mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada yayasan yang telah berkontribusi bagi masyarakat,” ujarnya.
Lebih lanjut, Robinsar menegaskan bahwa pendidikan di pesantren tidak hanya semata berorientasi pada peningkatan kecerdasan intelektual, melainkan juga pada pembentukan karakter dan akhlak bagi generasi muda agar mampu menghadapi berbagai tantangan zaman.
Selain itu, Robinsar juga turut mengingatkan kepada para santri agar bijak dalam memanfaatkan teknologi, khususnya telepon genggam. Menurutnya, penggunaan teknologi bagaikan dua sisi mata pisau yang dapat memberikan dampak positif dan negatif.
“Dengan bekal ilmu yang diajarkan di pesantren, para santri diharapkan mampu membedakan mana yang baik dan mana yang tidak, sehingga dapat terhindar dari pengaruh negatif perkembangan zaman. Saya harap Al-Jahrotunnaqiyyah dapat terus melahirkan generasi yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga berakhlak mulia serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat,” katanya.
Tak hanya itu, Robinsar juga menilai jika keberlangsungan Al-Jahrotunnaqiyyah hingga mencapai usia satu abad menjadi bukti nyata adanya keikhlasan dan keberkahan dari para pendiri serta guru yang telah mengabdikan diri di lembaga tersebut.
“Tidak semua lembaga pendidikan mampu bertahan lama. Al-Jahrotunnaqiyyah bisa mencapai usia satu abad ini karena dilandasi dengan niat yang tulus dan keberkahan dari para guru serta pendirinya,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Pengurus Besar Yayasan Al-Jahrotunnaqiyyah KH Abdul Rasyid Khan menjelaskan bahwa usia satu abad Al-Jahrotunnaqiyyah merupakan perjalanan panjang yang telah melewati empat generasi kepemimpinan.
“Seratus tahun ini adalah perjalanan panjang yang telah dilalui oleh empat generasi kepemimpinan dan ini menjadi bukti komitmen kami dalam menjaga keberlangsungan pendidikan keagamaan di Kota Cilegon,” ujarnya.
Abdul juga menambahkan bahwa saat ini jumlah santri di Al-Jahrotunnaqiyyah sudah mencapai 2.000 orang dengan harapan dapat terus berkembang di masa mendatang.
“Alhamdulillah, saat ini jumlah santri kurang lebih mencapai 2.000 orang. Semoga ke depan Al – Jahrotunnaqiyyah dapat terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih luas untuk masyarakat khususnya masyarakat Cilegon,” pungkasnya.***


