Wisata Anyer

Wartawan Cilegon Berduka, Berjuang Selama Setahun Sakit Supriyadi Akhirnya Berpulang

 

CILEGON – Masyarakat pers Kota Cilegon Banten tengah diselimuti duka mendalam.

Supriyadi, yang dikenal dengan sapaan akrab Ucup atau Supri Cilik, berpulang ke rahmatullah setelah selama setahun berjuang melawan penyakit diabetes.

Wartawan yang juga pemimpin redaksi Matamedianews.co.id itu menghembuskan nafas terakhirnya Senin malam (24/11/2025) sekitar pukul 19.00 WIB.

Kabar kepergiannya meninggalkan kesedihan besar, terutama bagi rekan-rekan wartawan dan aktivis lembaga swadaya masyarakat yang mengenalnya sebagai sosok dermawan, ramah, dan aktif di berbagai kegiatan sosial.

Semasa hidupnya, almarhum Supriyadi menjabat sebagai Wakil Bendahara PWI Kota Cilegon dan selalu menunjukkan dedikasi tinggi dalam membangun solidaritas antar wartawan maupun masyarakat.

Kepergiannya menyisakan ruang kosong yang sulit tergantikan dalam tubuh organisasi maupun dunia sosial di Kota Cilegon.

Ketua PWI Kota Cilegon, Ahmad Fauzi Chan, mengungkapkan rasa kehilangan yang sangat mendalam atas wafatnya almarhum.

“Beliau bukan hanya rekan kerja, tapi saudara bagi kami semua. Sosoknya aktif, peduli, dan selalu mengutamakan persahabatan. PWI Cilegon sangat kehilangan figur seperti almarhum,” ungkapnya dengan penuh duka.

Menurut pria yang akrab disapa ichan, Supriyadi sudah sejak lama tubuhnya terlihat lemah.

Beberapa kali dalam tugas jurnalistiknya, Supri kerap mengalami kecelakaan saat membawa motor.

“Almarhum itu kondisi tubuhnya sering lemah, sering jatuh dari motor, tapi beda dengan semangatnya. Dia dalam kondisi sakit dan lemah selalu aktif di lapangan, bahkan dikenal paling aktif investigasi,” ungkap ichan.

Almarhum Supri sudah mulai merasakan penyakit diabetesnya sejak akhir tahun 2024 lalu.

Berulang kali Supri masuk ke Rumah Sakit dan dirawat, namun kondisinya kian hari kita memburuk.

Divonis penyakit diabetes oleh dokter dan sempat muncul abses di punggungnya, ketika kembali sehat Supri langsung berjibaku kembali dengan tugas-tugas jurnalistiknya.

“Kalau sudah terasa sehat sedikit, dia tidak mau istirahat dan langsung turun lapangan lagi, dedikasinya untuk profesi sangat luar biasa. Kegigihannya dalam tugas dan sikap solidaritasnya sesama kawan se profesi patut dicontoh oleh para juniornya di dunia wartawan,” tegas ichan.

Di beberapa bulan terakhirnya, Supri mulai mengalami pembengkakan di kaki dan mengalami kelumpuhan pada tubuhnya yang tidak bisa digerakkan.

Lebih dari enam bulan, Supri hanya bisa berbaring di tempat tidurnya sambil bolak-balik memeriksakan kesehatannya ke rumah sakit dan thabib alternatif.

Kini kawan kita Mang Supri telah berpulang, dia kini tak lagi merasakan kesakitannya yang dulu sempat menggoyahkan semangatnya.

Jenazah almarhum disemayamkan di rumah duka di Link Cikerut RT 001 RW 07, Kelurahan Karang Asem, Kecamatan Cibeber, Cilegon.

Jenazahnya akan dishalati sekitar Pukul 10.00 WIB, Selasa pagi (25/11/2025), dan setelah itu akan dimakamkan di Kedawung, Makam Balung.

Kepergian Supriyadi meninggalkan duka yang mendalam bagi keluarga, sahabat, mitra kerja, dan masyarakat luas yang pernah merasakan kebaikan hatinya.

Semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT dan seluruh keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan dan ketabahan.

Selamat jalan, Mang Supri.
Kiprah dan pribadi baikmu akan selalu dikenang. (*/Red)

WP-Backgrounds Lite by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann 1010 Wien