Ada Siswanya Meninggal, SMK Pelayaran Nusantara Bantah Ada Kekerasan Saat MOS

SERANG – Terkait meninggalnya almarhum FR salah satu siswa atau Taruna yang mengikuti kegiatan Masa Dasar Pembinaan Fisik dan Mental (Madabintal) Catar/1 di SMK Pelayaran Nusantara di Kota Serang atau umumnya disebut MOS, pihak sekolah membantah bahwa hal tersebut karena dampak dari aksi kekerasan.

Pihak sekolah mengaku, sejak hari Kamis (19/7/2018) pagi, almarhum sudah tidak mengikuti kegiatan dan terbaring di ruangan yang berada di lantai dua sekolah tersebut.

Menurut Ahmad Wujud, selaku pelatih di SMK Pelayaran Nusantara, bahwa tidak ada tindak kekerasan dalam kegiatan Madabintal.

Ia menjelaskan, bahwa para Taruna hanya mengikuti Olahraga pagi dan itupun dalam kapasitas sewajarnya.

“Paling olahraga, di sentil pun tidak boleh, kalaupun ada kekerasan pasti langsung saya tindak,” ucapnya kepada wartawan, Senin (23/7/2018).

Ia juga mengaku bahwa pihak Sekolah dan Keluarga sudah bermusyawarah bahkan ada kesepakatan dengan keluarga korban secara tertulis, bahwa hal ini tidak akan diperkarakan ke ranah hukum.

Namun saat ditanyakan bukti kesepakatan tersebut, pihaknya tidak bersedia memberikannya kepada awak media.

Pada pengakuannya, atas meninggalnya FR, pihak keluarga sudah ikhlas dan mengaku tidak akan ada tuntutan apapun di kemudian hari dari keluarga.

Kartini dprd serang

“Sudah ada kesepakatan secara tertulis, tapi saya tidak berhak memperlihatkan ke sampean (wartawan-red). Lagi pula saya tidak memegang suratnya, sudah selesai nggak akan ada tuntutan apapun. Gak ada tuntutan sudah clear semua, saya hadir disana menengahi, tidak membela sekolah juga nggak membela keluarga,” cetusnya.

Dalam Latihan Dasar Kemiliteran Latihan Mental tersebut, menurut Ahmad Wujud, para Taruna lebih ditekankan kepada latihan baris berbaris.

“Peserta 51, 48 siswa baru 3 orang seniornya yang nggak ikut Madabintal tahun lalu, diikutkan tahun ini,” katanya.

“Panitianya kebanyakan juga ada dari manajemen dari sini, guru sama dewan taruna (Osis) dilibatkan, itu juga tidak luput dari pengawasan kita,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Ahmad Wujud, mengatakan, almarhum dibawa pada 22.00 WIB ke RS Sari Asih, namun Ahmad mengakui, dari hasil analisa dokter yang memeriksanya almarhum tidak mempunyai penyakit apa-apa.

“Kalau disini nggak mengigau, dari Kamis pagi sudah nggak ngikut kegiatan, istirahat di atas dijaga dewan taruna,” jelas Ahmad.

Saat wartawan mendatangi sekolah tersebut memang Kepala SMK Pelayaran Nusantara saat itu sedang tidak ada di tempat. Dari keterangan Ahmad Wujud, kepala sekolah sedang mengunjungi kembali rumah duka.

“Kepala sekolah sedang ke luar, sekaligus mau ke rumah duka lagi ke Padarincang,” tegasnya. (*/Dave)

Polda