Apklindo Banten Temukan Gaji Pegawai Kebersihan di Untirta Tak Sesuai UMP
SERANG – Kisruh terkait hasil tender lelang jasa kebersihan di Untirta yang dipermasalahkan oleh Apklindo Banten kini memasuki babak baru.
Dalam investigasi di lapangan, Apklindo Banten menemukan gaji petugas kebersihan di Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) tak sesuai UMP.
Hal ini bertentangan dengan apa yang ditetapkan oleh panitia lelang jasa kebersihan.
Saat ditemui di Kampus Untirta Serang, Salah seorang pegawai cleaning servis yang sudah bekerja 2 tahun digaji Rp.1,8 Juta / Bulan.
Baca juga: Apklindo Banten Duga Ada kejanggalan Dalam Lelang Jasa Kebersihan di Untirta

“Kita digaji Rp1,8 Juta / bulan, dengan jam kerja dari pukul 07.00 – 17.00 Wib,” ujar salah satu karyawan yang enggan disebutkan namanya, Kamis (17/2/2021).
“THR dihitung Rp100 ribu/bulan, dan dapat BPJS Ketenagakerjaan,” lanjutnya.
Menanggapi temuan tersebut DPP Apklindo Banten hanya bisa mengelus dada.
“Besar pasak daripada tiang, dari apa yang kami temukan di lapangan, baik itu UMR, THR, jam kerja yang melebihi tapi tidak dibayar, ini jelas melanggar ketentuan UU Ketenagakerjaan,” ujar Adi Korni, Ketua DPP Apklindo Banten dalam keterangan tertulisnya kepada Fakta Banten.
“Kami heran dimana fungsi pengawasannya selama ini pihak pemberi kerja terhadap Laporan Hasil Pekerjaan Jasa cleaning service tiap bulannya, dan kemana selisih upah karyawan yg dibawah UMP Provinsi Banten tersebut,” lanjutnya.
“Kami dari asosiasi cleaning service merasa prihatin dgn kondisi ini yg sudah berlangsung lama dan akan berkordinasi kepada instasi terkait, agar jangan sampai hak-hak pekerja dipotong, jelas ini karena adanya yg nggak beres. Kami akan mengawasi terus terhadap jasa cleaning service ini,dan berharap pihak terkait menyelidiki dugaan ini tidak hanya sebatas lelang dijasa cleaning service, agar pembangunan di Banten baik sdmnya dan infrastrukturnya berkualitas,” pungkasnya. (*/Red/Rizal)


