Aset Pemprov Banten di RS Labuan Banyak Yang Hilang

PANDEGLANG – Gedung Rumah Sakit Umum (RSU) Labuan, yang dibangun 2013 lalu oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten hingga saat ini terbengkalai, soalnya aset pemerintah tersebut sejak awal dibangun hingga sekarang ini belum pernah difungsikan dan tidak ada yang melakukan perawatan, padahal proses pembangunan Gedung RS dulu menghabiskan anggaran miliaran rupiah, akan tetapi dibiarkan terbengkalai.

Pantauan di lokasi, kondisi bangunan saat ini sudah banyak mengalami kerusakan dan kumuh, beberapa bagian bangunan seperti dinding, platfon dan bagian bangunan yang lain rusak. Bahkan tidak hanya itu, sarana penunjang bangunan yang merupakan aset pemerintah itu sudah banyak yang hilang, seperti kabel, lampu listerik dan KWH sudah tidak ada di tempatnya.

Selain itu, di dalam Gedung juga telah dipenuhi sampah dan bekas pengelupasan kabel listerik yang berserakan di tiap sudut ruangan. Dinding bangunan juga sudah dipenuhi corat-coret oleh tinta dan lantai bangunan sudah dipenuhi kotoran.

Bahkan berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, bahwa Gedung RS Labuan yang bertahun-tahun terbengkalai itu, diduga kerap digunakan tempat maksiat oleh orang yang tidak bertanggung jawab.

Ditemui di lokasi, Hadi salah seorang warga Labuan mengaku, sangat menyayangkan dengan kondisi Gedung RS tersebut yang hingga saat ini terbengkalai. Padahal kata dia, ketika pemerintah melakukan pembangunan Gedung tersebut, menghabiskan anggaran yang cukup besar, akan tetapi saat bangunan sudah berdiri tidak difungsikan bahkan tidak dilakukan perawatan.

“Sangat disayangkan kondisi Gedung RS itu. Karena kondisinya saat ini terbengkalai dan sudah banyak yang mengalami kerusakan akibat tidak dilakukan pemeliharaan oleh pihak terkait,” ungkapnya, Jumat (25/5/18)

Tidak hanya itu kata Hadi, selain kondisi Gedung yang sudah banyak mengalami kerusakan, juga sarana atau fasilitas penunjuang seperti aliran listerik bangunan sudah banyak yang hilang. Kabel, lampu bahkan KWH nya juga saat ini sudah tidak ada.

Kartini dprd serang

“Harusnya pemerintah mampu menjaga dan memelihara aset Negara ini, karen anggaran yang digunakan untuk pembangunan itu merupakan dari hasil pajak masyarakat, bahkan dana yang digelontorkan untuk pembangunan ini juga tidak sedikit, melainkan miliaran rupiah,” katanya

Ia berharap, agar pemerintah baik Kabupaten pandeglang maupun Pemprov Banten, agar segera menangani kondisi Gedung RS Labuan tersebut. Solanya kata dia, jika dibiarkan begitu saja kerusakan bangunan akan bertambah parah dan juga ia hawatir kalau Gedung itu kerap dijadikan tempat maksiat oleh orang yang tidak bertanggung jawab.

“Selain dihawatirkan kerusakan bangunan akan bertambah parah dan juga hawatir digunakan hal-hal yang tidak diharapkan,” pintanya

Menanggapi hal itu, anggota komisi IV DPRD Pandeglang, Ade Muamar mengaku, sangat menyayangkan kepada pihak pemerintah yang telah melakukan pembiaran terhadap aset Negara tersebut. Padahal kata dia, pihaknya juga sudah sering menyarankan kepada pihak Dinas Kesehatan (Dinkes) Pandeglang, untuk berkoordinasi dengan Pemprov Banten agar segera menyerahkan aset itu (Gedung RS Labuan) kepada Pemkab Pandeglang, supaya Pemkab bisa melakukan penanganan.

“Kami juga sudah sering menyarankan kepada Dinkes untuk berkoordinasi dengan Dinkes Banten agar mengambil alih kewenangan terhadap Gedung RS Labuan itu. Namun hingga saat ini belum ada perkembangan yang jelas, sehingga kondisi bangunan masih tetap terbengkalai,” ujarnya

Anggota DPRD Pandeglang dari Fraksi PKB itu juga mengaku, meskipun belum ada pengalihan kewenangan terhadap aset pemerintah tersebut, Pemprov Banten harusnya melakukan pemeliharaan terhadap Gedung RS tersebut, agar tidak terbengkalai dan tidak mubadjir.

“Intinya kami harapkan agar Pemprov Banten segera menyerahkan aset itu ke Pemkab Pandeglang. Agar pemda bisa melakukan pemeliharaan dan melanjutkan proses pembangunannya hingga selesai dan difungsikan,” harapnya. (Achuy/Riel)

Polda