Bendungan Karian Menyusut, BBWSC3 Pastikan Pasokan Air Irigasi Sawah di Banten Masih Aman
SERANG – Kendati mengalami penyusutan air, Bendungan Karian di Kabupaten Lebak dipastikan masih relatif aman untuk memasok kebutuhan pasokan air irigasi sawah di sejumlah wilayah di Provinsi Banten.
Hal itu disampaikan Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau Ciujung Cidurian (BBWSC3) Dedi Yudha Lesmana.
Menurutnya, penurunan muka air Bendungan Karian disebabkan karena berkurangnya debit air yang masuk dari wilayah hulu selama musim kemarau ini.
Selain itu, kata Dedi, air Bendungan Karian tetap dilakukan pelepasan untuk memenuhi kebutuhan irigasi persawahan menjelang memasuki musim tanam pertama di periode bulan November 2026.
“Waduk tetap beroperasi sebagaimana salah satu fungsinya untuk mendukung daerah irigasi Ciujung menjelang musim tanam I di awal November ini,” kata Dedi, Selasa (3/11/2026).
Disampaikan Dedi, air dari Bendungan Karian dialirkan menuju Bendungan Pamarayan dan daerah irigasi Ciujung melalui Sungai Ciberang yang kemudian mengalir ke Sungai Ciujung.
Di mana, lanjut Dedi, pelepasan air di Bendungan Karian dilakukan untuk memenuhi kebutuhan petani yang saat ini tengah mempersiapkan lahan untuk musim tanam pertama.
“Kebutuhan untuk irigasi masih relatif aman dengan kita mengosongkan sedikit tampungan sampai di kondisi 60 persen dalam rangka persiapan menghadapi musim hujan dengan menampung hujan agar tidak banjir,” kata Dedi.
Meski mengalami penyusunan, diakui Dedi, kondisi Bendungan Karian masih berstatus normal dengan elevasi muka air bendungan saat ini berada di posisi +62,6 meter di atas permukaan laut (MDPL).
“Berdasarkan rencana tahunan operasi waduk 2025/2026, elevasi muka air bendungan masih berada dalam batas operasi normal atas (BON A),” ujarnya.
Selain itu, kata Dedi, pengurangan volume air Bendungan Karian dilakukan sebagai persiapan menghadapi musim hujan yang diperkirakan mulai November 2026.
Sebab, lanjutnya, pengurangan volume air yang tersimpan membuat Bendungan Karian memiliki ruang lebih besar untuk menampung air hujan sehingga dapat mengurangi potensi terjadinya banjir.
“Penyusutan muka air bendungan terus dipantau oleh Unit Pengelola Bendungan untuk memastikan pengoperasiannya tetap sesuai dengan ketentuan,” tuturnya.
Seperti diketahui, penyusutan air Bendungan Karian membuat sejumlah bekas pemukiman penduduk yang ditenggelamkan kembali muncul ke permukaan, salah satunya Kampung Somang, Desa Sukajaya, Kecamatan Sajira, Kabupaten Lebak.***

