Gubernur Banten Evaluasi Kesiapan Sekolah Tatap Muka

Dikatakan, anggaran Pemerintah saat ini banyak terserap ke dalam penanganan dan penanggulangan Covid-19.
“Kita harus selalu beryukur kepada Allah SWT dalam situasi dan kondisi apapun. Karena kita selalu mendapatkan anugerah Allah SWT. Kita berhikmat kepada Allah SWT, karena akan ada jalan keluar, di balik kesusahan ada kemudahan,” tambahnya.
Masih menurut Gubernur, para Kepala Sekolah dan Guru SMK harus berani mengkaji lagi pembidangan-pembidangan yang sudah jenuh. Perubahan jurusan bisa terjadi dalam dua (2) atau tiga (3) tahun.
“Kepala Sekolah harus mampu mencermati tren di dunia usaha untuk mencari model pendekatan yang menyesuaikan tren hari ini dan ke depan. Karena kalau tidak, kita tidak bisa menghasilkan lulusan yang siap bekerja,” ungkap Gubernur

“Kalau pendidikan terbatas, anak-anak kita tidak akan mampu bersaing untuk masuk dunia kerja atau industri,” tambahnya.
Dikatakan, pada tahun ini Pemprov Banten akan membangun 13 Unit Sekolah Baru (USB) untuk SMA/SMK Negeri di Kabupaten Lebak yang masih menumpang di sekolah lain.
“Saya selalu optimis, membangun pendidikan itu selalu mendapatkan kemudahan dari Allah SWT,” pungkasnya.
Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten Tabrani melaporkan, kegiatan ini diikuti oleh 55 orang Kepala Sekolah se-Kabupaten Lebak, jajaran pejabat Kantor Cabang Dinas Kabupaten Lebak, serta jajaran pejabat Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten. (*/Red)


