HMB Jakarta Desak Bupati Pandeglang Realisasikan Janji Politik Infrastruktur, Nilai Kinerja 10 dari 100
TANGERANG – Himpunan Mahasiswa Banten (HMB) Jakarta mendesak Bupati dan Wakil Bupati Pandeglang segera merealisasikan janji politik terkait pembangunan infrastruktur yang dinilai belum menunjukkan dampak signifikan bagi masyarakat.
Desakan tersebut disampaikan dalam diskusi lintas organisasi bersama Kumandang Banten pada Jumat (20/2/2026).
Ketua Bidang Pengembangan Anggota HMB Jakarta, Samsul Hadi, menilai selama satu tahun kepemimpinan, belum ada perubahan nyata terutama pada sektor infrastruktur.
“Kami mendesak Bupati dan Wakil Bupati Pandeglang untuk segera menepati janji politiknya soal infrastruktur yang sampai detik ini belum memperlihatkan dampak nyata bagi masyarakat. Satu tahun kepemimpinan belum membuahkan hasil, bahkan kami memberikan nilai 10 dari skala 100. Sepuluh persen untuk kinerja, dan 90 persen untuk omon-omonnya,” ujar Samsul
Menurut Hadi, masyarakat Kabupaten Pandeglang masih menunggu pembenahan infrastruktur dasar, terutama perbaikan jalan yang menjadi kebutuhan utama untuk menunjang aktivitas ekonomi dan sosial warga.
Selain menyoroti kinerja, Mahasiswa UIN Jakarta tersebut juga mengkritik gaya komunikasi publik kepala daerah yang dinilai terlalu bergantung pada bantuan pemerintah pusat.
“Saya sangat menyayangkan gaya komunikasi baik Bupati maupun Wakil Bupati Pandeglang yang terlalu terlihat mengemis anggaran kepada pusat. Padahal anggaran bisa diperoleh dengan memanfaatkan potensi wisata yang ada di Pandeglang. Jika terus bergantung, sampai kapan Pandeglang bisa maju?” tegasnya.

Ia mendorong Pemerintah Kabupaten Pandeglang untuk lebih kreatif dan inovatif dalam menggali potensi pendapatan asli daerah (PAD), termasuk dari sektor pariwisata yang dinilai memiliki peluang besar.
Ketua Umum HMB Jakarta, Deri Ardiansyah, menegaskan bahwa problem utama pembangunan di Kabupaten Pandeglang masih berada pada sektor infrastruktur dasar.
“Kami melihat persoalan utama pembangunan di Kabupaten Pandeglang masih pada infrastruktur dasar, khususnya akses jalan. Selama jalan belum dibenahi secara serius, pergerakan ekonomi masyarakat akan terus terhambat,” ujarnya.
Deri mengakui bahwa wilayah Pandeglang yang luas serta keterbatasan anggaran menjadi tantangan tersendiri. Namun, menurutnya, kondisi tersebut justru membutuhkan inovasi kebijakan dan optimalisasi sumber daya daerah.
“Masyarakat tidak hanya butuh rencana, tetapi bukti nyata di lapangan. Infrastruktur harus menjadi prioritas dan direalisasikan secara bertahap serta terukur,” tambahnya.
HMB Jakarta berharap Pemerintah Kabupaten Pandeglang segera menjadikan perbaikan infrastruktur sebagai fondasi utama pembangunan daerah.
Pembenahan akses jalan dan sarana dasar lainnya dinilai sebagai langkah awal untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Dengan desakan ini, HMB Jakarta meminta Bupati dan Wakil Bupati Pandeglang fokus pada realisasi program kerja, bukan sekadar wacana, agar masyarakat dapat merasakan hasil nyata dari kepemimpinan yang telah berjalan satu tahun.***


