Hormati Adat, Koperasi Merah Putih Tidak Didirikan di Desa Kanekes Lebak

 

SERANG – Sebanyak 1.551 dari total 1.552 desa dan kelurahan di Provinsi Banten kini telah memiliki Koperasi Merah Putih yang berbadan hukum.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten menilai capaian ini sebagai pijakan strategis untuk mendorong pembangunan ekonomi kerakyatan dari tingkat desa, sebagaimana yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.

Gubernur Banten Andra Soni mengungkapkan hal itu saat hadir dalam peluncuran program penguatan koperasi desa di Desa Ranjeng, Kabupaten Serang, Senin (21/7/2025).

Menurutnya, keberadaan koperasi yang legal ini bisa menjadi kekuatan utama dalam menggerakkan perekonomian rakyat dari bawah.

“Alhamdulillah, kalau kita bicara kondisi di Banten, dari 1.552 desa dan kelurahan, 80 persennya sudah memiliki koperasi berbadan hukum. Ini modal awal yang sangat penting untuk membangun dari bawah,” kata Andra saat kegiatan peluncuran turut dihadiri Presiden Prabowo Subianto secara virtual.

Andra pun merespons positif arahan dari Presiden Prabowo terkait penguatan koperasi.

Ia menyebut Banten siap menjadi daerah percontohan dalam menjadikan koperasi sebagai penggerak utama ekonomi pedesaan.

“Infrastruktur kami sudah siap, dari jalan tol hingga konektivitas antardesa. Sekarang saatnya koperasi bergerak,” katanya.

Dari seluruh desa dan kelurahan di Banten, hanya satu desa yang belum memiliki koperasi berbadan hukum, yakni Desa Kanekes atau yang dikenal sebagai Desa Adat Baduy.

Menurut Andra, hal tersebut bukan karena kendala administrasi, melainkan bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai adat yang dijunjung oleh masyarakat setempat.

“Itu hasil kesepakatan dengan ketua adat. Kami hormati mereka,” jelasnya.

Soal permodalan, Andra menegaskan bahwa pola koperasi yang dikembangkan tidak bersifat seragam.

Model usaha akan disesuaikan dengan kondisi dan potensi lokal masing-masing desa.

Ia menyebut contoh konkret, seperti pendistribusian LPG dengan harga terjangkau melalui koperasi.

“Koperasi juga bisa jadi solusi distribusi sembako dan transaksi keuangan, apalagi sekarang sudah banyak wilayah yang dulu kesulitan akses ATM, kini bisa dilayani koperasi berbasis digital,” katanya. (*/Fachrul)

Karang Taruna Gerem
WP-Backgrounds Lite by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann 1010 Wien