Jangan Asal Bonceng, Ini Posisi Aman untuk Jaga Keseimbangan Motor dari Honda Banten
SERANG – Berboncengan menggunakan sepeda motor memang menjadi bagian dari aktivitas harian masyarakat.
Meski terlihat sederhana, berkendara dengan membawa penumpang memerlukan teknik khusus agar tetap aman dan nyaman sepanjang perjalanan.
Instruktur Safety Riding Honda Banten, Nicko Triandana, menegaskan bahwa kapasitas yang disarankan untuk berkendara berboncengan adalah maksimal dua orang, yakni pengendara dan satu penumpang.
Menurutnya, sepeda motor sudah dirancang dengan batas beban tertentu sehingga tidak disarankan membawa lebih dari dua orang.
“Saat berboncengan, pengendara harus memastikan penumpang bisa memegang tubuh pengendara dengan baik untuk menjaga keseimbangan,” ujarnya, Senin (16/2/2026).
“Tambahan beban membuat titik berat motor berubah, sehingga pengendara perlu lebih halus saat menarik gas, mengerem, maupun bermanuver agar tetap #cari_aman,” sambungnya.

Nicko menjelaskan, posisi duduk penumpang memegang peranan penting dalam menjaga stabilitas sepeda motor.
Penumpang sebaiknya memegang bagian pinggang pengendara atau jaket bagian belakang.
Dengan memegang pinggang, tubuh penumpang akan lebih mudah mengikuti pergerakan motor, terutama saat berbelok.
Hindari berpegangan pada behel motor karena dapat memengaruhi keseimbangan dan meningkatkan risiko terguling ketika pengendara melakukan manuver.
Selain itu, posisi lutut penumpang juga perlu diperhatikan. Lutut sebaiknya menempel atau dalam posisi menutup pada pinggul pengendara. Membuka lutut terlalu lebar dapat mengganggu keseimbangan serta berisiko terserempet kendaraan lain di samping.
Kedua kaki penumpang wajib bertumpu pada pijakan kaki (footstep). Jangan membiarkan kaki menggantung karena berisiko terkena rantai motor atau membahayakan saat melintas di jalan yang padat.
Tak kalah penting, pengendara maupun penumpang harus menghindari penggunaan gadget selama perjalanan. Mengoperasikan ponsel dapat mengalihkan fokus dan meningkatkan risiko kecelakaan.
“Keselamatan adalah tanggung jawab bersama. Pengendara dan penumpang harus saling bekerja sama menjaga keseimbangan, menjaga fokus, dan mematuhi aturan berkendara. Dengan posisi yang benar dan sikap yang disiplin, perjalanan akan terasa lebih aman dan nyaman,” tutup Nicko.
Melalui edukasi keselamatan berkendara, Honda Banten terus mengajak masyarakat menjadikan keselamatan sebagai kebutuhan, bukan sekadar kewajiban. Karena di jalan raya, selalu utamakan #cari_aman.***


