Kendala Verifikasi Warnai Pra SPMB, DPRD Banten Minta Dinas Segera Lakukan Perbaikan
SERANG – Pelaksanaan pra Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) di SMAN 1 Kota Serang diwarnai sejumlah kendala teknis, terutama terkait sistem verifikasi data calon siswa.
Tingginya jumlah pendaftar yang harus diverifikasi dalam waktu bersamaan turut memperberat kinerja panitia di lapangan.
Sejumlah orang tua dan calon siswa mengeluhkan proses yang dinilai belum optimal, mulai dari lambatnya sistem hingga antrean verifikasi yang cukup panjang.
Kondisi ini memicu kekhawatiran akan terganggunya kelancaran proses penerimaan peserta didik baru di sekolah unggulan tersebut.
Menanggapi hal itu, Anggota DPRD Provinsi Banten dari Komisi V Fraksi PDI Perjuangan, Yeremia Mendorfa, menegaskan bahwa pelaksanaan pra SPMB seharusnya memberikan kemudahan, bukan justru menyulitkan masyarakat.
“Dengan adanya pra SPMB, jangan sampai calon siswa maupun orang tua dipersulit. Justru seharusnya sistem ini hadir untuk mempermudah proses pendaftaran,” ujar Yeremia, Kamis (7/5/2026).
Ia juga mengingatkan agar tidak ada pihak atau oknum yang mencoba memanfaatkan situasi di tengah kendala sistem.
Menurutnya, potensi penyalahgunaan seperti menawarkan bantuan untuk mempercepat proses verifikasi atau bahkan mengubah data siswa harus diantisipasi secara serius.
“Jangan sampai ada oknum yang memanfaatkan kondisi ini dengan menawarkan jasa kepada calon siswa agar dipermudah prosesnya, apalagi sampai mengubah data. Ini harus diawasi ketat,” tegasnya.
Lebih lanjut, Yeremia menyatakan pihaknya akan segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan pra SPMB, termasuk kemungkinan memanggil pihak penyedia sistem maupun dinas terkait untuk meminta penjelasan.
Ia mengungkapkan telah berkomunikasi langsung dengan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Banten guna menindaklanjuti persoalan tersebut.
“Tadi saya sudah menelepon Pak Kadis untuk segera menindaklanjuti persoalan ini. Beliau menyampaikan akan segera berkoordinasi dengan tim IT agar kendala yang ada bisa cepat diatasi,” ungkapnya.
Yeremia berharap perbaikan sistem dapat segera dilakukan agar proses pra SPMB berjalan lebih optimal, transparan, dan akuntabel.
Ia juga menekankan pentingnya pengawasan ketat dari semua pihak agar pelaksanaan penerimaan murid baru tetap berjalan sesuai aturan dan bebas dari praktik kecurangan.
“Intinya, jangan sampai niat baik menghadirkan sistem ini justru menimbulkan masalah baru. Harus ada evaluasi cepat dan perbaikan nyata agar masyarakat tidak dirugikan,” pungkasnya.***

