Libur Lebaran Diproyeksikan Putar Ekonomi Pariwisata Di Banten Capai Rp800 Miliar Lebih
SERANG– Dinas Pariwisata Provinsi Banten memproyeksikan perputaran pariwisata menjadi salah satu penggerak ekonomi daerah selama libur Lebaran tahun ini.
Perputaran ekonomi tersebut diproyeksi mencapai Rp808 miliar, seiring potensi kedatangan sekitar 1,6 juta wisatawan ke berbagai destinasi ke Provinsi Banten.
Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Banten Eli Susiyanti mengatakan, proyeksi tersebut berdasarkan tren kunjungan wisatawan pada periode libur Lebaran pada tahun-tahun sebelumnya.
“Kita memprediksi tahun ini kita akan kedatangan wisatawan di Banten sekitar 1,6 juta,” ujar Eli, Kamis (12/3/2026).
Adapun perhitungan perputaran ekonomi sebesar Rp808 miliar dihitung dari asumsi rata-rata pengeluaran wisatawan selama berlibur di Banten sekitar Rp500 ribu per orang yang berkunjung.
“Dengan asumsi bahwa satu orang wisatawan itu datang spending money-nya sekitar Rp500 ribu,” jelasnya.
Para wisatawan yang akan berbelanja, pada akhirnya uangnya akan mengalir ke berbagai sektor, mulai dari tiket masuk kawasan wisata, akomodasi, hingga penyewaan berbagai wahana hiburan di sejumlah lokasi wisata.
Wisatawan yang berbelanja juga diperkirakan terserap melalui sektor konsumsi, seperti pembelian makanan dan minuman di kawasan destinasi.
“Buat beli tiket, kemudian menyewa alat-alat untuk wisatawan seperti banana boat atau wahana air lainnya, kemudian makan-minum, akomodasi, dan lainnya,” katanya.
Eli mengungkapkan, sekitar 46 hingga 50 persen wisatawan yang datang ke Banten masih memilih pantai sebagai lokasi berlibur, tak terkecuali saat musim libur lebaran.
“Wisatawan liburan ini datangnya ke pantai,” kata Eli.
Guna menjaga kenyamanan wisatawan selama libur Lebaran, ia menegaskan agar pengelola destinasi wisata agar tak menggetok harga atau menaikkan tarif secara tidak wajar.
Ia bilang, hal ini merupakan arahan langsung dari Gubernur Banten Andra Soni.
“Kami sudah tekankan kepada para pengelola agar tidak menaikkan tarif, baik itu tarif masuk maupun harga makanan, demi menjaga kenyamanan wisatawan,” tegasnya.
Selain itu, pihaknya juga menyiapkan mekanisme pengaduan bagi wisatawan yang menemukan praktik pungutan liar atau calo di kawasan wisata.
Pengaduan ini, kata dia, dapat dilakukan melalui Information Center yang bekerja sama dengan Balawista, serta layanan call center Polri 110 yang dikoordinasikan oleh tim keamanan pariwisata Polda Banten.
“Kalau ada pungli dilaporkan saja,” tutup mantan Kadis Perikanan dan Kelautan Provinsi Banten itu.
Terpisah, Andra mengatakan kawasan Anyer dan Cinangka masih menjadi destinasi favorit masyarakat Banten dan wilayah Jabodetabek saat libur Lebaran.
“Namun masih terdapat beberapa hal yang harus menjadi perhatian,” kata Andra.***

