Wisata Anyer

Nelayan Cikeusik Sempat Keluhkan Tengkulak Gegara Harga Ikan Hasil Tangkap Murah, Kini Stabil Berkat KNMP

PANDEGLANG– Nelayan di Desa Cikiruhwetan, Kecamatan Cikeusik, Kabupaten Pandeglang akhirnya bisa bernapas lega.

Jika dulu harga ikan hasil tangkapan ditentukan sepihak oleh tengkulak, kini harga jual lebih stabil berkat hadirnya program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP).

Keluhan soal permainan harga tengkulak itu diungkapkan Ketua Kelompok Usaha Bersama (KUB) Damarjati, Rimo (40).

Ia mengaku, sebelum ada KNMP, nelayan tidak punya posisi tawar.

“Kalau ikan lagi banyak, harga ditekan murah sekali. Giliran musim sepi, harga juga tidak naik. Pendapatan kami stagnan terus,” ujar Rimo ditemui usai acara Serah Terima Bantuan Pemerintah dan Peluncuran Siap Hilirisasi Perikanan di KNMP Cikiruhwetan, Selasa (29/9/2026).

Kondisi itu berubah total sejak pemerintah membangun KNMP di wilayahnya. Tempat Pelelangan Ikan (TPI) yang dulu kumuh, kini ditata menjadi lebih bersih dan modern.

Bahkan dilengkapi ekosistem penunjang lengkap seperti cold storage, pabrik es balok, bengkel kapal, SPBU khusus nelayan, dan kios perbekalan.

Dengan adanya pabrik es dan ruang pendingin, nelayan kini bisa menjaga mutu ikan lebih lama. Tidak lagi panik harus segera menjual murah karena takut busuk.

“Dulu pendapatan kami stagnan. Namun, dengan pengelolaan yang baik seperti saat ini, harga menjadi lebih stabil dan tentu menguntungkan nelayan,” tegas Rimo.

Ia berharap program KNMP terus diperluas dan memberikan manfaat lebih besar bagi ribuan nelayan di Pandeglang.

Program KNMP sendiri merupakan program prioritas Presiden Prabowo Subianto di bawah Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI.

Di Banten tahun 2026 ini dibangun 15 titik KNMP, salah satunya di Cikiruhwetan.

Gubernur Banten Andra Soni yang hadir dalam peluncuran tersebut menegaskan, modernisasi kampung nelayan adalah kunci untuk memutus ketergantungan nelayan dari tengkulak.

“Para nelayan Banten sudah sangat mumpuni dalam kemampuan melaut. Kebutuhan utamanya saat ini adalah modernisasi untuk meningkatkan daya saing dan nilai tambah ekonomi,” kata Andra Soni.

Menurutnya, keberadaan fasilitas seperti pabrik es di dalam kawasan KNMP sangat krusial. Ikan tetap segar sampai ke pembeli, nilai jual tinggi, dan nelayan tidak lagi dirugikan.

“Makanya saya minta OPD terkait agar mengusulkan sebanyak-banyaknya kepada pemerintah pusat. Target Presiden hingga tahun 2029 adalah 5.000 KNMP secara nasional. Banten punya 133 kampung nelayan, harus kita kejar,” ujarnya.

Staf Khusus Menteri KKP Bidang Pengawasan dan Pengendalian Kebijakan, Tubagus Ardi Januar menambahkan, KNMP memang dirancang untuk menciptakan ekosistem perikanan terintegrasi dari hulu ke hilir.

“Dengan ekosistem yang terintegrasi ini, mutu ikan tangkapan nelayan akan terjaga dengan baik, sehingga harga jualnya di pasaran juga akan ikut tinggi dan tidak lagi dipermainkan,” pungkas Tubagus.***

HKTI Banten
WP-Backgrounds Lite by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann 1010 Wien