Pegawai BUMD Di Banten Diduga Jadi Pelakor, Harta Korban Dikuras Habis Rp1,5 Miliar
SERANG-Bak jatuh tertimpa tangga, peribahasa ini mungkin tepat untuk L, wanita yang rumah tangganya hancur diduga akibat kelakuan pelakor.
Pangkal nasib sial beruntun ini terjadi, saat pelakor yang merupakan salah satu pegawai di BUMD Banten insial RS hadir memporak-porandakan keluarga kecilnya.
Tak hanya hancur, bahkan harta benda berupa sejumlah aset sekitar Rp 1,5 miliar ikut hilang bersama laki-laki yang telah mempersuntingnya.
Bahkan kini, L terpaksa harus tinggal di kontrakan akibat ulah pelakor yang menyebabkan mobil, rumah beserta aset lainnya dikuras habis diduga untuk membiayai kebutuhan hidup RS.
“Saya sekarang ga punya apa-apa, saya harus merelakan tanah, rumah, kendaraan. Sekarang tinggal dikontrakan, bukan dari nol lagi, minus malahan. Akibat pelakor itu, ninggalin cicilan utang,” ujarnya kepada wartawan, Minggu (21/12/2025) malam.
Pelakor RS ternyata juga diajak jalan oleh A ke Jakarta, mall-mall besar, bahkan dibelikan 2 mobil, Mitsubishi Lancer dan Honda CRV merah sama emas.
“Feeling saya kuat, uang hasil kerjaan dia ke sana semua larinya. Padahal saya disuruh berhenti kerja sama dia, fokus urus anak saja di rumah, eh malah saya tinggal dikontrakan,” ungkapnya.
Kronologi Perselingkuhan
L menceritakan awal mula dirinya mencium gelagat suami berinisial A yang berubah usai bertemu dengan RS. Berdalih bisnis, A rajin mengunjungi kantor RS di Kota Serang.
“Suami saya ketahuan selingkuh di bulan Agustus 2025. Saya dikasih tau ponakannya suami. Dia bilang kalau suami saya pulang, periksa tas laptopnya, di situ ada banyak bukti-bukti,” kata dia.
L bergegas mengambil tas laptop A, guna membuktikan kecurigaan dan ucapan ponakannya suaminya. Sempat terjadi tarik-menarik tas laptop saat itu, menandakan bahwa A berusaha menutupi bukti perselingkuhannya dengan RS.
“Pas suami datang, dia pas parkir mobil di bagasi, saya ambil tasnya, rebutan. Suami saya sempat kabur ke rumah tetangga saya. Pas digeledah, ternyata ada cincin, deodoran untuk perempuan, saya cari hp dia, ternyata di buang sama suami ke sawah,” ujarnya.
Adapun untuk bukti-bukti perselingkuhan antara A dan RS, akhirnya didapatkan dari hp suaminya yang dikirimkan oleh kerabat terdekatnya.
Di bulan yang sama, L mendatangi rumah RS guna dimintai keterangan terkait hubungannya dengan suaminya dan diminta agar menjauh.
Ia tak sendiri, bersama keluarganya, keluarga suaminya, dan RT setempat, dirinya datang ke rumah RS di salah satu perumahan di Kota Serang.
“Saya ada etika, lapor ke RT, ternyata benar hampir setiap hari suami saya ke rumah itu kata RT. Di situ bikin saya shock, rumahnya besar, ada mobil,” ujarnya.
Saat digerebek, L mengungkapkan bahwa RS enggan keluar rumah, hanya diam bersembunyi dibalik kediamannya yang besar dugaan kuat hasil renovasi uang suaminya.
Pasca kejadian ini, L mengaku sempat memaafkan kelakuan main serong suaminya. A, kata dia, meminta maaf kala itu setelah digrebek.
“Saya berat di anak. Saat itu saya sudah habis harta. Saya bantu suami saya cariin proyek lagi, suami saya kontraktor. Tapi ga kapok, hasil dapet proyek jaringan saya malah duitnya dipakai buat RS,” ujarnya ibu anak satu itu.
L merasa kesempatan kedua yang diberikan dihancurkan kembali oleh suaminya. Bercampur kesal nan patah arang, L berusaha tegar kala rumah tangganya harus hancur kembali.
Berbekal keberanian pasca dua kali dihancurkan, L mendatangi kantor RS guna memberikan peringatan terakhir dan meluapkan rasa amarahnya.
“Saya ketemu pelakor RS tanggal 3 Desember, malah saya disebut jab*** sama dia sore itu. Suami saya malah membela RS, malahan, malamnya A talak 1 saya tanpa ada kejelasan, saya sudah berkorban banyak,” kata dia.
Kerugian yang Diderita L
L mengungkapkan kerugian yang diderita berupa harta yang hilang, psikis yang terganggu dan kesehatan yang memburuk imbas dugaan buruk pelakor RS menghancurkan perkawinannya.
“A sempat meminjam sertifikat rumah ibu saya, alasannya dia punya utang ke kakaknya, butuh uang cepat kata dia. Dijaminkan sertifikat itu, jadi total dua rumah,” ungkapnya.
“Dia membelikan RS emas, rumahnya RS malah makin bagus, mobil saya malah hilang. Saya sempat drop, asma kumat. Anak saya juga kena mental dan dibawa ke psikolog, bayaran sekolahnya juga keteteran,” sambungnya.
Kini paska A tak lagi bersamanya dan memilih bersama RS, ia mengaku sempat diteror secara tak kasat mata. Menghadapi ini, ia berusaha tegar dan berharap keadilan bisa berpihak kepadanya.
“Saya pengen harta itu balik. Kalau saat ini (teror) gak ada, A malah ngancem orang-orang BUMD itu,” tutupnya.

