Pemprov Banten Gelontorkan Dana Rp159 Miliar, 67 Persen Swasta Ikut Program Sekolah Gratis
SERANG – Sebanyak 811 hingga 814 sekolah swasta di Banten mengikuti program sekolah gratis per pertengahan Juli 2025.
Dari jumlah tersebut, 67 persen lebih sekolah swasta yang mengikuti program ini dari target sekitar 1.200 sekolah di Banten.
Program ini juga menargetkan sekitar 87.000 hingga 88.000 siswa baru kelas di kelas 10 di seluruh kabupaten/kota yang ada di Provinsi Banten.
Pemerintah Provinsi Banten telah menggelontorkan anggaran sekitar Rp159 miliar untuk enam bulan pertama pelaksanaan program.
Setiap siswa memperoleh bantuan biaya pendidikan sebesar Rp250 ribu per bulan untuk wilayah Tangerang Raya, dan Rp150 ribu per bulan untuk wilayah Serang, Cilegon, Lebak, dan Pandeglang.
Dana tersebut disalurkan langsung ke rekening virtual siswa dalam empat tahap pencairan setiap tahunnya.
Untuk mengikuti program ini, siswa harus memenuhi beberapa persyaratan utama, di antaranya berdomisili di Provinsi Banten minimal satu tahun (dibuktikan dengan kartu keluarga) dan mendaftar melalui jalur SPMB.
Jalur pendaftaran terdiri dari jalur zonasi, afirmasi, dan prestasi.

Sekolah peserta program wajib memenuhi standar layanan, termasuk jumlah maksimal siswa per kelas, yakni 36 siswa, sesuai kapasitas ruang kelas 8 × 9 meter.
Selain itu, sekolah yang masih memungut biaya tambahan di luar ketentuan program diwajibkan mengembalikannya.
Masyarakat juga diminta aktif melapor jika terjadi pungutan tidak sah.
Gubernur Banten Andra Soni menyampaikan bahwa pelaksanaan program ini merupakan langkah strategis dalam meningkatkan rata-rata lama sekolah masyarakat Banten yang saat ini masih berada pada kisaran 9 hingga 10 tahun.
Selain itu, program ini juga ditujukan untuk meningkatkan angka partisipasi sekolah (APS) pada kelompok usia 16–18 tahun yang saat ini berada di angka sekitar 71 persen.
“Kita ingin menciptakan generasi muda Banten yang unggul dan siap bersaing di masa depan. Pendidikan adalah fondasi pembangunan daerah. Program ini adalah bagian dari investasi kita untuk menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas,” jelas Andra, Jumat (18/7/2025).
Meskipun pelaksanaan program telah berjalan, dirinya mengakui masih ada tantangan di lapangan, seperti belum bergabungnya beberapa sekolah swasta besar dan perlunya penguatan sosialisasi di masyarakat.
Evaluasi rutin pun terus dilakukan untuk memastikan akuntabilitas, pemerataan bantuan, serta efektivitas regulasi yang mengatur pelaksanaan program.
Pemprov Banten mengajak masyarakat untuk mendukung keberlangsungan Program Sekolah Gratis dengan cara aktif mengikuti prosedur pendaftaran, memastikan anak-anak yang memenuhi syarat dapat mengakses bantuan, serta turut serta mengawasi pelaksanaan program di sekolah masing-masing.
“Pendidikan adalah jalan keluar dari kemiskinan. Kita ingin anak-anak Banten berjalan di jalan itu tanpa hambatan biaya,” pungkas Andra Soni. (*/Ajo)

