Wisata Anyer

Penyesuaian Harga LPG Nonsubsidi 2026, Hiswana Migas Banten: Ikuti Tren Dunia, Bisa Turun Sewaktu-waktu

 

SERANG – Harga gas elpiji (LPG) nonsubsidi ukuran 12 kilogram (kg) dan 5,5 kg mengalami kenaikan secara nasional.

Kenaikan tersebut disebut sebagai bentuk penyesuaian harga yang dipengaruhi kondisi pasar energi global.

Kepala Bidang LPG NPSO Hiswana Migas DPC Banten, Muhammad Iskandar, mengatakan pihak agen memahami bahwa kenaikan harga kerap menimbulkan keluhan di masyarakat.

Namun, menurutnya LPG nonsubsidi memang mengikuti perkembangan harga dunia.

“Yang pasti kami selaku agen LPG nonsubsidi Pertamina berharap masyarakat dapat memaklumi penyesuaian harga ini. Karena kita sama-sama tahu, kenaikan ini merupakan salah satu imbas dari isu global saat ini,” ujarnya, saat ditemui di kota Serang, Senin (20/4/2026).

Ia menjelaskan, kebijakan penyesuaian harga tersebut berlaku secara nasional, sehingga besaran kenaikan di berbagai daerah relatif sama.

“Untuk penyesuaian harganya di kisaran 15 persen dari harga sebelumnya,” katanya.

Sebelum kenaikan, harga LPG bright gas 12 kg di tingkat agen berada di angka Rp192 ribu. Kini, harga tersebut naik menjadi Rp228 ribu.

Sementara bright gas 5,5 kg yang sebelumnya Rp90 ribu, kini menjadi Rp107 ribu.

Meski ada keluhan dari konsumen, Iskandar menilai hal itu merupakan sesuatu yang wajar.

Namun ia kembali menegaskan bahwa LPG nonsubsidi bukan barang bersubsidi, sehingga harganya menyesuaikan kondisi pasar internasional.

Terkait sosialisasi kenaikan harga, ia mengakui pemberitahuan resmi baru diterima pihak agen pada 18 April 2026.

“Kalau saya pribadi sebenarnya sudah memprediksi sejak awal April, karena harga LPG dunia mengalami kenaikan yang sangat signifikan,” ucapnya.

Di sisi lain, ia memastikan stok LPG nonsubsidi di wilayah Banten dalam kondisi aman.

Menurutnya, Pertamina telah menjamin ketersediaan pasokan bagi masyarakat.

“Yang penting stok kita jamin aman. Pertamina juga menjamin ketersediaan LPG nonsubsidi aman di lapangan, khususnya di Provinsi Banten,” katanya.

Ia juga menegaskan harga LPG nonsubsidi tidak akan terus naik. Jika harga LPG dunia turun, maka harga jual di dalam negeri juga berpeluang kembali disesuaikan.

“Jadi harga ini tidak selamanya naik. Ketika harga LPG dunia turun, Pertamina pasti akan menyesuaikan kembali,” jelasnya.

Selain itu, pihak agen turut mewaspadai potensi penyalahgunaan situasi, seperti praktik pengoplosan gas. Menurut Iskandar, selisih harga antara LPG subsidi 3 kg dan nonsubsidi yang semakin lebar bisa dimanfaatkan oknum tertentu.

Ia pun mengapresiasi aparat penegak hukum yang dalam beberapa pekan terakhir melakukan penindakan terhadap pelaku pengoplosan gas di sejumlah daerah.

“Mudah-mudahan ini menjadi efek jera. Karena perbuatan tersebut melanggar hukum dan merugikan banyak pihak,” tandasnya.***

DPRD Banten MA
WP-Backgrounds Lite by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann 1010 Wien