Rawan Banjir di Perumahan, REI Banten Wanti Wanti Pengembang Saat Perencanaan Pembangunan

SERANG – Ketua Dewan Pimpinan Daerah Real Estate Indonesia (DPD REI) Banten, Roni H. Adali, mengingatkan para pengembang agar berhati-hati dalam memilih lokasi pembangunan perumahan.
Peringatan ini disampaikan menyusul maraknya kawasan permukiman di Banten yang terdampak banjir akibat curah hujan tinggi dalam beberapa pekan terakhir.
Menurut Roni, kesalahan dalam pemilihan lahan menjadi salah satu faktor utama terjadinya banjir di sejumlah perumahan.
Banyak pengembang, kata dia, tergiur harga tanah murah tanpa mempertimbangkan kondisi lingkungan sekitar.
“Saya selalu wanti-wanti agar hati-hati memilih lokasi. Jangan karena murah terus dibeli. Lihat dulu, jangan dekat saluran air, jangan di lahan yang cekung. Itu harus betul-betul diperhatikan,” ujar Roni di Serang, Sabtu (31/1/2026).
Roni menjelaskan, pembentukan Banten Real Estate Institute (BREI) bertujuan memberikan pendidikan dan pelatihan bagi para pengembang agar memiliki pemahaman yang utuh tentang proses pembangunan perumahan, mulai dari perencanaan, pembelian tanah, perizinan, konstruksi, hingga pemeliharaan pasca-penjualan.
“Banten Real Estate Institute ini hadir untuk membekali pengembang dengan ilmu dari hulu ke hilir, agar tidak salah langkah dalam menjalankan bisnis properti,” ujarnya.
Ia menambahkan, sejauh ini tidak ada laporan signifikan terkait anggota REI Banten yang perumahannya terdampak banjir.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa setiap pengembang harus memiliki tanggung jawab sosial terhadap konsumen.
“Kalau memang ada kebanjiran, developernya harus tanggung jawab, turun langsung ke lokasi, dan memberi perhatian. Jangan semua diserahkan ke pemerintah daerah,” tegas Roni.
Roni juga mengingatkan bahwa setiap proyek perumahan seharusnya telah melalui proses perizinan dan kajian lingkungan, termasuk analisis potensi banjir.
“Izin dan kajian banjir (PL banjir) sudah menjadi syarat wajib. Jadi kalau masih ada masalah, berarti ada hal yang harus diperbaiki. Kami terus mengingatkan anggota REI agar profesional dan beretika dalam membangun,” pungkasnya.***


