Sekolah di Banten Wajibkan Siswa Baru Tes Narkoba Berbayar, Dewan Sebut Tak Ada Aturan dan Memberatkan Orang Tua
SERANG – Ketua Komisi V DPRD Banten Ananda Trianh Salichan mengaku geram mengetahui ada sekolah yang mewajibkan siswa baru tes narkoba dan juga tes kesehatan pada momen daftar ulang.
Tak hanya tes narkoba berbayar, ada juga kewajiban tes kesehatan di klinik yang ditentukan oleh sekolah.
Selain itu, Dewan juga menyoroti praktik pemaksaan kepada siswa baru yang harus membeli seragam baru dengan harga yang lebih mahal dari pasaran.
“Tes narkoba berbayar juga pemaksaan beli seragam untuk calon siswa yang baru masuk, ini udah gak logis,” ujar Ananda kepada wartawan, Jumat (18/7/2025).
“Saya tegaskan untuk kepala sekolahnya, jangan sampai memberatkan para siswa baru,” sambungnya.
Politikus Golkar itu juga mempertanyakan dasar aturan dilakukannya tes narkoba berbayar dan penjualan seragam dengan modus bisnis koperasi sekolah.
Ananda menegaskan, bahwa hal-hal tersebut tidak ada di dalam aturan Juknis.
“Apakah tes narkoba berbayar ini masuk ke Juknis? Kalau gak ada ya jangan diwajibkan. Saya juga mempertanyakan, kalaupun tes narkoba ini ada, kenapa hanya sekolah tertentu, harusnya (SMA/SMK) se-Banten dong adain tesnya,” ujarnya.
Ia meminta kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Banten untuk segera memberikan teguran kepada sekolah yang menerapkan kebijakan tersebut.
Ananda juga menyarankan agar dibuat surat edaran (SE) untuk memperjelas aturan ini.
“Ini memang harus dievaluasi juga, ini bikin bingung, kita berpatokan di Juknis saja. Saya minta Dindikbud agar jangan sampai terjadi lagi, kami akan telusuri nanti,” tukasnya.
Wartawan berusaha meminta tanggapan kepada Dindikbud dan Inspektorat Banten terkait permasalahan ini, namun hingga berita ini terbit, keduanya tak merespon.
Diketahui, Fakta Banten menerima laporan dari wali murid soal adanya sekolah yang menerapkan kewajiban tes narkoba berbayar dan penjualan seragam kepada siswa baru.
SMAN 3 Cilegon disebut mewajibkan tes narkoba yang bekerjasama dengan Klinik Trio Medik dengan biaya Rp 125 ribu per siswa.
SMKN 1 Anyar juga dilaporkan bekerjasama dengan Klinik Putra Banten untuk mengarahkan siswa baru tes kesehatan dan tes narkoba, nilai tes keduanya mencapai Rp 115 ribu.
Ada lagi laporan soal penjualan seragam yang dipaksakan untuk siswa baru di SMAN 4 Kota Cilegon yang harganya mencapai Rp1,8 Juta per siswa. (*/Ajo)
