Ramadan 2026: Pemerintah Saudi Umumkan Tarawih 10 Rakaat di Masjidil Haram dan Nabawi

MEKKAH – Pemerintah Arab Saudi melalui Presidensi Umum Urusan Haramain memastikan, pelaksanaan salat Tarawih selama Ramadan 1447 Hijriah atau 2026 Masehi di Masjidil Haram, Makkah, dan Masjid Nabawi, Madinah, akan digelar dengan format 10 rakaat.
Keputusan tersebut menegaskan pola ibadah malam yang telah lama dijaga di dua masjid suci, sekaligus memberikan kepastian bagi jemaah internasional, termasuk dari Indonesia, terkait tata cara pelaksanaan Salat Tarawih selama bulan Ramadan.
Dikutip dari The Islamic Information, Kamis (29/1/2026), setelah 10 rakaat Tarawih, rangkaian ibadah dilanjutkan dengan 3 rakaat shalat Witr.
Setiap malam sepanjang Ramadan, jemaah di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi akan menjalankan shalat Taraweeh sebanyak 10 rakaat, kemudian dilanjutkan dengan 3 rakaat Witir. Struktur ini menghasilkan total lima kali taslim (salam), berakhir dengan salam penutup dari salat Witir.
“Format ini dinilai sesuai dengan kebiasaan utama yang dijaga di dua masjid suci, memperkuat tradisi ibadah dan keseragaman praktik di tengah jemaah internasional,” tulis laporan The Islamic Information.
Bagi jemaah Indonesia, kepastian jumlah rakaat ini penting untuk kesiapan fisik dan mental, terutama bagi lansia maupun jemaah yang menjalankan ibadah puasa sambil menunaikan umrah.
Format 10 rakaat dinilai lebih ringkas, namun tetap menjaga kekhusyukan dan kekuatan tradisi ibadah Ramadan di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi.
Disiarkan Secara Global
Penyelenggara juga menegaskan, salat Tarawih akan disiarkan secara global, memungkinkan jemaah Indonesia yang tidak berada di Tanah Suci tetap dapat mengikuti suasana ibadah Ramadan dari dua masjid suci melalui siaran langsung.
Informasi terkait jadwal lengkap, termasuk waktu salat dan daftar imam yang memimpin, biasanya akan dirilis oleh Presiden Masjidil Haram dan Masjid Nabawi menjelang awal Ramadan.
Berdasarkan perhitungan astronomi, Ramadan 2026 di Arab Saudi diperkirakan dimulai pada 18 atau 19 Februari 2026, bergantung pada hasil rukyah (pemantauan hilal). Bulan suci ini diperkirakan akan berlangsung selama 30 hari, dengan Idulfitri diperkirakan jatuh sekitar 19–21 Maret 2026.
The Islamic Information melaporkan, selama Ramadan, durasi puasa di Arab Saudi diperkirakan berkisar antara 12–13 jam, seiring dengan kondisi cuaca yang relatif sejuk pada periode akhir musim dingin menuju musim semi, faktor yang juga menjadi pertimbangan penting bagi jemaah Indonesia yang beribadah di Tanah Suci. ***


