Kenali Penyebab Kanker Serviks Lebih Dini

FAKTABANTEN – Data Global Cancer Observatory menunjukkan bahwa kanker serviks menempati posisi ketiga terbanyak di Indonesia. Adapun, kanker serviks adalah penyakit kanker yang muncul pada leher rahim, yaitu bagian bawah rahim yang menghubungkan rahim dengan vagina. Penyakit ini menjadi salah satu kanker yang paling sering dialami perempuan di Indonesia.
Kanker serviks sebagian besar dimulai dari lesi pra-kanker atau perubahan sel abnormal yang jika tidak terdeteksi dan ditangani dapat berkembang menjadi kanker invasif dalam beberapa tahun.
Dua tipe kanker serviks yang paling umum adalah karsinoma sel skuamosa yang paling sering ditemukan, serta adenokarsinoma yang lebih jarang tetapi cenderung lebih sulit dideteksi. Infeksi HPV risiko tinggi yang menetap menjadi pemicu utama perkembangan kanker ini.
Melihat risiko yang besar dari kanker serviks, penting bagi kita untuk memahami penyebab dan gejalanya agar dapat melakukan pencegahan sejak dini. Anda bisa memesan pemeriksaan HPV melalui aplikasi u by prodia untuk kemudahan akses dan deteksi dini.
Apa Itu Kanker Serviks?
Kanker serviks adalah jenis kanker yang berkembang di leher rahim yang menghubungkan rahim dengan vagina. Kondisi ini menjadi perhatian serius karena merupakan salah satu kanker yang paling banyak menyerang wanita di Indonesia. Data terbaru menunjukkan bahwa kanker serviks berada di urutan ketiga sebagai jenis kanker terbanyak di negara kita.
Perkembangan kanker serviks umumnya diawali dengan munculnya lesi pra-kanker. Kondisi ini terjadi ketika sel mengalami perubahan yang tidak normal.
Jika tidak segera dideteksi dan ditangani, sel-sel abnormal ini berpotensi berkembang menjadi kanker invasif dalam beberapa tahun. Infeksi Human Papillomavirus (HPV) berisiko tinggi yang menetap dalam tubuh menjadi pemicu utama dari proses ini.
Ciri-ciri dan Gejala Kanker Serviks
Selayaknya jenis kanker lain, kanker serviks juga memiliki ciri-ciri dan gejala. Berikut adalah 6 penyebab kanker serviks, ciri-ciri, dan gejala:
1. Gejala Awal Kanker Serviks
Pada tahap awal, kanker serviks biasanya tidak menimbulkan gejala apa pun. Kondisi ini terjadi karena perubahan sel pra‑kanker berkembang secara perlahan dan tidak langsung memengaruhi jaringan di sekitarnya. Akibatnya, banyak perempuan tidak menyadari adanya masalah hingga kanker memasuki stadium lebih lanjut. Inilah alasan mengapa deteksi dini melalui skrining seperti Pap smear atau tes HPV DNA sangat penting, terutama bagi perempuan yang sudah aktif secara seksual.
2. Perdarahan Vagina Tidak Normal
Perdarahan yang tidak sesuai pola normal menstruasi merupakan salah satu tanda paling umum dari kanker serviks. Perdarahan dapat muncul setelah berhubungan seksual, di luar siklus menstruasi, atau bahkan setelah menopause. Pada beberapa kasus, menstruasi bisa menjadi lebih banyak atau lebih lama dari biasanya. Perdarahan ini terjadi karena jaringan serviks yang mengalami perubahan abnormal menjadi lebih rapuh dan mudah terluka.
3. Keputihan Tidak Normal
Keputihan yang berubah warna, berbau busuk, atau bercampur darah dapat menjadi tanda adanya gangguan pada serviks. Pada kanker serviks, keputihan sering kali muncul dalam jumlah lebih banyak, berwarna kekuningan atau kehijauan, dan memiliki aroma tidak sedap. Hal ini disebabkan oleh infeksi sekunder atau kerusakan jaringan akibat pertumbuhan sel kanker. Keputihan abnormal yang berlangsung terus-menerus perlu diperiksakan ke dokter.
4. Nyeri Saat Berhubungan Seksual
Rasa nyeri ketika berhubungan seksual (dispareunia) dapat terjadi karena permukaan serviks mengalami iritasi atau peradangan akibat pertumbuhan sel abnormal. Pada beberapa kasus, nyeri ini disertai perdarahan setelah hubungan seksual. Gejala ini sering kali menjadi tanda bahwa kanker sudah mulai berkembang lebih jauh dan memengaruhi jaringan di sekitar serviks.
5. Nyeri Panggul atau Punggung Bawah
Nyeri panggul atau punggung bawah dapat muncul ketika kanker mulai menekan jaringan atau saraf di area panggul. Rasa nyeri biasanya bersifat tumpul dan menetap, bukan nyeri tajam yang datang dan pergi. Gejala ini sering muncul pada stadium lebih lanjut ketika tumor sudah membesar atau menyebar ke jaringan sekitar.

6. Penurunan Berat Badan Tanpa Sebab Jelas
Penurunan berat badan yang tidak direncanakan dapat menjadi tanda bahwa tubuh sedang mengalami proses penyakit serius, termasuk kanker serviks. Sel kanker yang berkembang pesat dapat mengganggu metabolisme tubuh, menurunkan nafsu makan, dan menyebabkan tubuh membakar energi lebih banyak. Jika penurunan berat badan terjadi tanpa perubahan pola makan atau aktivitas, hal ini perlu diwaspadai.
Gejala Stadium Lanjut
Pada stadium lanjut, kanker serviks dapat menyebabkan pembengkakan kaki akibat tersumbatnya aliran getah bening. Selain itu, tumor yang membesar dapat menekan saluran kemih, menyebabkan nyeri saat buang air kecil atau bahkan penyumbatan aliran urine. Komplikasi serius seperti fistula juga dapat terjadi, yaitu terbentuknya saluran abnormal antara vagina dan kandung kemih atau rektum. Kondisi ini menyebabkan urine atau feses keluar melalui vagina dan membutuhkan penanganan medis segera.
Pemeriksaan HPV untuk Perlindungan Ekstra
Pemeriksaan HPV DNA adalah tes yang dirancang untuk mendeteksi keberadaan virus HPV risiko tinggi yang berpotensi memicu kanker serviks. World Health Organization (WHO) merekomendasikan tes ini sebagai metode skrining utama karena memiliki sensitivitas yang lebih tinggi dibandingkan Pap smear.
Pemeriksaan HPV ini sangat penting karena dapat mendeteksi risiko lebih awal, bahkan sebelum perubahan sel menjadi nyata. Metode ini sangat cocok untuk wanita usia 30–49 tahun sebagai skrining rutin, memberikan informasi apakah Anda berisiko mengalami lesi pra-kanker, dan membantu dokter menentukan langkah pencegahan atau pengobatan yang tepat.
Untuk kenyamanan Anda, sekarang Anda bisa melakukan pemesanan pemeriksaan HPV DNA dengan mudah melalui aplikasi U by Prodia. Aplikasi ini memudahkan Anda untuk melakukan pendaftaran, memilih jadwal pemeriksaan, dan mendapatkan hasil secara cepat dan praktis.
Sekian ulasan tentang penyebab kanker serviks lebih dini. Kanker serviks adalah penyakit yang dapat kita cegah dan memiliki peluang kesembuhan tinggi jika terdeteksi sejak dini.
Infeksi HPV risiko tinggi menjadi penyebab utama dari penyakit ini, oleh karena itu skrining dan vaksinasi merupakan langkah perlindungan yang paling efektif. Pemeriksaan HPV DNA juga memberikan perlindungan ekstra dan sangat direkomendasikan untuk Anda, para wanita dewasa.
Dengan mengenali gejala-gejala awal, memahami penyebabnya, dan melakukan skrining rutin seperti pemeriksaan HPV DNA, setiap perempuan dapat melindungi diri lebih baik dari ancaman kanker serviks.
Jangan tunda, segera konsultasikan dengan profesional kesehatan untuk tindakan pencegahan yang lebih optimal.
Dapatkan layanan medis terbaik di ujung jari Anda dan jaga kesehatan dengan langkah pencegahan yang tepat mulai hari ini. Gunakan aplikasi U by Prodia untuk memesan pemeriksaan HPV DNA atau layanan medis lainnya dengan mudah. Aplikasi ini memudahkan Anda melakukan pemeriksaan rutin dan mendapatkan hasilnya secara cepat. (*/Red)

