Aktivis Senior Lebak Dorong Mahasiswa Kumala Tetap Aktif Mengawal Isu Rakyat
LEBAK – Aktivis Senior Lebak, Misbahudin, memberikan dorongan moral kepada para mahasiswa yang tergabung dalam Keluarga Mahasiswa Lebak (Kumala) agar terus aktif mengawal berbagai isu masyarakat.
Ia menegaskan bahwa peran mahasiswa sebagai pengontrol sosial tidak boleh melemah, meskipun dinamika di lapangan semakin kompleks.
Dalam sebuah forum diskusi, ia menyampaikan bahwa suara kritis mahasiswa selalu menjadi bagian penting dalam menggerakkan perubahan.
Karena itu, mahasiswa Kumala diminta tetap tampil di garis depan ketika ada persoalan publik yang membutuhkan keberanian untuk disuarakan.
“Mahasiswa itu penjaga kewarasan publik. Ketika melihat sesuatu yang tidak adil, kalian harus berani mengingatkan. Sampaikan aspirasi dengan cara yang tertib, terukur, dan berdasarkan fakta,” ujar Misbahudin katanya kepada Fakta Banten, Sabtu (29/11/2025).
Ia menekankan bahwa demonstrasi bukan sekadar turun ke jalan, tetapi sarana intelektual untuk menyampaikan pesan moral kepada pemangku kebijakan.
Mahasiswa diimbau untuk memperkuat analisis isu, menjaga etika, serta tidak mudah terprovokasi.
Menurutnya, Kumala memiliki potensi besar untuk menjadi motor perubahan di Lebak apabila tetap berpegang pada nilai kebenaran dan keberpihakan terhadap masyarakat kecil.
“Jangan takut bersuara. Selama niat kalian untuk kebaikan rakyat, gerakan itu pasti mendapat tempat di hati masyarakat,” tambahnya.
Pernyataan Misbahudin disambut antusias oleh para peserta forum. Banyak yang menilai dukungan dari tokoh senior seperti dirinya sangat penting untuk menjaga semangat kritis mahasiswa.
Ia menutup pesannya dengan harapan agar mahasiswa Kumala terus memperkuat solidaritas, merawat budaya intelektual, dan tetap menjadi garda terdepan dalam mengawal demokrasi di Kabupaten Lebak. (*/Sahrul).

