Bencana Hantam 11 Kecamatan di Lebak: Ratusan Rumah Terdampak, Satu Nyawa Melayang

 

LEBAK – Kabupaten Lebak kembali diuji cuaca ekstrem. Hujan dengan intensitas tinggi yang turun hampir tanpa jeda selama dua hari, Minggu hingga Senin (11- 12 Januari 2026), memicu rangkaian bencana banjir dan tanah longsor di berbagai wilayah Kabupaten Lebak.

Sedikitnya 11 kecamatan terdampak, dengan ratusan rumah warga terendam dan satu orang dilaporkan meninggal dunia.

Kepala BPBD Kabupaten Lebak, Sukanta, mengatakan kondisi darurat ini dipicu akumulasi curah hujan tinggi yang menyebabkan meluapnya sungai, pergerakan tanah, serta rusaknya sejumlah infrastruktur penghubung antarwilayah.

“Berdasarkan laporan yang masuk hingga Senin sore, bencana hidrometeorologi terjadi hampir merata di beberapa kecamatan. Tim kami masih melakukan pendataan dan penanganan di lapangan,” ujar Sukanta.

Ia menjelaskan, banjir terparah terjadi di Kecamatan Banjarsari, meliputi Desa Umbuljaya, Keusik, Cidahu, Ciruji, Gunungsari, dan Kumpai.

Sebanyak 453 rumah warga terendam, disertai genangan pada akses jalan dan jembatan yang membuat aktivitas masyarakat lumpuh.

Di Desa Ciruji, ketinggian air dilaporkan mencapai sekitar 60 sentimeter, menyebabkan sejumlah kampung sempat terisolasi.

Sementara itu, tanah longsor tercatat terjadi di Kecamatan Rangkasbitung, Cikulur, Cipanas, Muncang, Sobang, Cilograng, Panggarangan, hingga Bayah.

Longsoran tanah merusak rumah warga dengan tingkat kerusakan ringan hingga berat, serta menutup ruas jalan dan mengganggu fasilitas umum.

Peristiwa paling memilukan terjadi di wilayah Bayah, tepatnya di sekitar aliran Sungai Cimadur.

Seorang warga dilaporkan meninggal dunia akibat kecelakaan yang berkaitan dengan kondisi bencana saat hujan ekstrem berlangsung.

“Secara keseluruhan, data sementara mencatat 1 rumah rusak berat, 4 rumah rusak sedang, 6 rumah rusak ringan, 453 rumah terendam, 4 ruas jalan terdampak, 3 jembatan terdampak, 1 fasilitas sosial rusak, serta 1 korban jiwa meninggal dunia,” jelas Sukanta.

BPBD Kabupaten Lebak bersama unsur lintas sektor terus melakukan langkah tanggap darurat, mulai dari asesmen lapangan, pembersihan material longsor, pemantauan wilayah rawan, hingga penyampaian imbauan langsung kepada warga agar meningkatkan kewaspadaan.

Sukanta menegaskan, potensi cuaca ekstrem masih perlu diwaspadai dalam beberapa hari ke depan.

Masyarakat yang tinggal di daerah rawan banjir dan longsor diminta tidak memaksakan diri bertahan di lokasi berisiko dan segera melapor jika terjadi tanda-tanda bahaya.

“Keselamatan warga adalah prioritas utama. Kami minta masyarakat tetap siaga dan mengikuti arahan petugas di lapangan,” pungkasnya. (*/Sahrul).

Karang Taruna Gerem
WP-Backgrounds Lite by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann 1010 Wien