Cegah Bencana Longsor Kembali Terjadi, Kumala Tanam 1000 Bibit Pohon Bersama Warga Bayah
LEBAK -Keluarga Mahasiswa Lebak(Kumala) Komisariat Setia Budhi melakukan penghijauan dengan cara menanam 1000 bibit pohon di lokasi yang rawan akan bencana longsor yakni di Kampung Lebak Manggah, Desa Cidikit, Kecamatan Bayah, pada Jumat (3/1/2025).
Tujuan dari penanaman pohon adalah untuk mencegah bencana longsor terjadi kembali.
Diketahui, kegiatan tersebut adalah salah satu bentuk bina atau pengabdian masyarakat dengan tema bersama pulihkan harapan, bangkitkan kehidupan.
Ketua Komisariat, Heru mengatakan, kegiatan penanaman bibit ini bertujuan untuk penghijauan kembali karena hutan yang sudah gundul dan tanah yang terkena longsor.
“Kami melakukan pengabdian masyarakat dengan cara menanam pohon, memberikan bantuan sosial, dan mengedukasi masyarakat agar sadar bahwa kesehatan itu penting,” kata dia kepada Fakta Banten, Jumat (3/1/2025).
Ia mengungkapkan, kegiatan penanaman bibit juga bertujuan untuk memulihkan dan membangkitkan kembali kehidupan yang terdampak serta menguatkan tanah agar tidak terjadi lagi longsor.
“Ini adalah bentuk pencegahan dan kerja nyata dari kami semua agar alam bisa kembali membaik,” ujarnya.
Heru menuturkan, diduga dampak longsor di Kecamatan Bayah imbas dari aktivitas pertambangan yang dilakukan oleh PT Sinar Banten Jaya.
“Kegiatan positif kami tentunya memberikan dampak yang amat sangat baik untuk masyarakat sekitar, berbeda dengan dampak negatif yang di berikan terhadap masyarakat yaitu hanya kerusakan alam yang di lakukan oleh Perusahaan yang tidak bertanggung jawab,salah satunya PT.SBJ,” paparnya.
Ia menambahkan, kegiatan penanaman bibit didukung oleh berbagai instansi antara lain, Disbudpar Lebak, Perum Perhutani Provinsi Banten, Perhutani Bayah dan Kapal Desa Cidikit.
“Semoga kegiatan ini bisa menjadi sumber kekuatan untuk alam yang terdampak,” pungkasnya.
Sementara itu, Ketua Kumala PW Rangkasbitung, Idham Munfarrij Hakim menjelaskan, kehadiran Kumala untuk mengekspos berbagai macam adat istiadat dan keindahan yang tersembunyi.
“Dengan hadirnya kami perlu publik ketahui, ada kasepuhan yang di miliki oleh masyarakat disini, dan beberapa kesenian adat yang perlu support oleh Pemkab Lebak agar Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Desa Cidikit ini meningkat,” tambahnya. (*/Sahrul).


