Curanmor Marak di Rangkasbitung, Kumala Semprot Kinerja Kapolres Lebak

LEBAK – Keluarga Mahasiswa Lebak (Kumala) menyoroti kinerja Polres Lebak terkait maraknya kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di wilayah Rangkasbitung.
Ketua Kumala Lebak, Idham, menilai Kapolres Baru Lebak belum mampu menangani kasus curanmor dengan cepat dan efektif.
“Maraknya kasus curanmor ini menunjukkan kinerja Kapolres Lebak sangat buruk. Hingga kini, banyak laporan warga dengan bukti rekaman CCTV, namun pelakunya masih belum ditemukan,” kata Idham, Kamis (30/1/2025).
Ia meminta aparat kepolisian untuk segera menyelesaikan kasus tersebut agar masyarakat merasa aman.
“Polres Lebak harus segera menuntaskan kasus ini. Jangan hanya menerima laporan tanpa ada tindak lanjut yang jelas,” ujarnya.

Seperti halnya, kata dia salah satu kasus curanmor yang hingga kini belum terungkap terjadi di BTN Pepabri Curug, Desa Narimbang Mulia, Kecamatan Rangkasbitung, pada 8 Januari 2025 sekitar pukul 15.18 WIB.
Hingga kini, pihak kepolisian belum berhasil mengungkap pelaku meskipun lokasi kejadian terpantau jelas oleh CCTV.
“Saya heran, pencurian ini terjadi siang hari dan terekam CCTV, tapi pelaku masih belum ditemukan. Ini menunjukkan lemahnya kinerja kepolisian dalam menangani tindak kriminal,” tambahnya.
Idham juga mengimbau masyarakat agar lebih waspada dalam mengamankan kendaraan dan bekerja sama dalam menjaga keamanan lingkungan.
“Kejadian curanmor ini bisa terjadi kapan saja, baik siang maupun malam hari. Jangan sampai warga lengah dalam menjaga kendaraan mereka,” serunya.
“Dengan hadirnya Kapolres baru, kami berharap ada tindakan yang lebih serius, karena tingkat kriminalitas di Kabupaten Lebak terus meningkat. Jangan sampai kepolisian lebih fokus pada urusan internal dibandingkan keamanan masyarakat,” pungkasnya.(*/Nandi)
