Harga Ayam di Lebak Meroket Tembus Rp36 Ribu Perkilo, Pedagang dan Warga Mulai Menahan Belanja

LEBAK – Harga daging ayam ras di sejumlah pasar tradisional Rangkasbitung kembali bergerak naik dan mulai dirasakan langsung oleh masyarakat.
Dalam beberapa pekan terakhir, harga yang semula berada di kisaran Rp33 ribu per kilogram kini telah menembus angka Rp36 ribu per kilogram.
Kenaikan ini bukan terjadi secara tiba-tiba. Sejak akhir Desember lalu, pedagang sudah mulai menjual ayam di harga Rp35 ribu per kilogram.
Namun memasuki awal tahun, lonjakan harga terus berlanjut hingga menyentuh level tertinggi saat ini.
Sejumlah pedagang mengaku kenaikan harga tersebut dipicu oleh naiknya harga ayam dari tingkat distributor.
Selain itu, pasokan yang tidak stabil membuat pedagang terpaksa menyesuaikan harga jual agar tetap menutup modal.
“Awalnya masih bisa di Rp 32 ribu- Rp33 ribu, lalu naik pelan ke Rp35 ribu. Sekarang sudah Rp36 ribu per kilo, dan itu dari pemasoknya juga memang naik,” ujar salah satu pedagang ayam di pasar Rangkasbitung, Gusnandi, Jumat (30/1/2026).
Dampaknya mulai dirasakan oleh pembeli. Beberapa warga mengaku mengurangi jumlah belanja ayam, bahkan ada yang memilih beralih ke lauk lain yang dinilai lebih terjangkau.
Kenaikan harga ini dinilai cukup memberatkan, terutama bagi rumah tangga dengan kebutuhan harian yang bergantung pada daging ayam.
“Biasanya beli satu kilo, sekarang setengah kilo saja. Harganya kerasa naik terus,” kata seorang ibu rumah tangga, Anisa saat ditemui di pasar.
Hingga saat ini, belum ada kepastian apakah harga ayam akan kembali stabil dalam waktu dekat.
Pedagang memperkirakan harga masih berpotensi berfluktuasi, tergantung pasokan dari peternak dan distributor.
Masyarakat berharap adanya langkah pengendalian harga agar lonjakan tidak terus berlanjut, mengingat daging ayam merupakan salah satu kebutuhan pokok yang banyak dikonsumsi sehari-hari. (*/Sahrul).


