Iklan Banner

Harga Cabai Oranye di Lebak Tembus Rp120 Ribu per Kg, Pedagang Jual Per 12 Biji

 

LEBAK– Lonjakan harga cabai kembali dirasakan warga Kabupaten Lebak. Di Pasar Rangkasbitung, cabai oranye yang dikenal pedas menyengat kini menembus Rp120 ribu per kilogram. Kenaikan ini membuat pedagang dan pembeli sama-sama harus beradaptasi.

Di tengah harga yang meroket, pedagang sayur keliling mulai mengubah strategi agar dagangannya tetap laku. Salah satunya dengan menjual cabai dalam kemasan kecil.

Muspiroh, pedagang sayur asal Kecamatan Cibadak mengaku tak lagi menjual cabai oranye secara kiloan penuh kepada pembeli kecil.

Ia membaginya ke dalam plastik mungil seharga Rp5 ribu per bungkus.

“Sekarang harganya sudah Rp120 ribu per kilo. Jadi saya kemas kecil-kecil, sekitar 12 biji, supaya pembeli masih bisa beli,” ujarnya, Minggu (1/3/2026).

Menurutnya, dari seperempat kilogram cabai, ia bisa membaginya menjadi beberapa paket kecil untuk dijual secara keliling. Cara ini dinilai lebih realistis di tengah daya beli masyarakat yang sedang melemah.

Lonjakan harga membuat pedagang tidak berani menyimpan stok banyak. Jika biasanya ia membawa dua hingga tiga kilogram cabai oranye, kini ia hanya membawa setengah hingga satu kilogram saja.

Ia khawatir cabai tidak terjual habis dan berisiko busuk.

“Kalau terlalu banyak takut tidak habis. Modalnya juga besar sekarang,” katanya.

Meski sudah disiasati dengan sistem eceran, keluhan dari pembeli tetap muncul. Sebagian warga berharap harga kebutuhan dapur bisa kembali normal agar belanja harian tidak semakin berat.

Agil HUT Gerindra

Menariknya, di saat cabai oranye melonjak, harga cabai rawit merah justru mulai melandai.

Saat ini cabai rawit merah dijual sekitar Rp50 ribu per kilogram, turun dari sebelumnya yang sempat menyentuh Rp70-80 ribu per kilogram.

Perbedaan tren ini membuat sebagian pembeli beralih ke jenis cabai lain yang lebih terjangkau.

Kenaikan harga tidak hanya terjadi pada cabai. Beberapa komoditas lain juga mengalami penyesuaian.

Harga tomat yang sebelumnya sekitar Rp8 ribu per kilogram kini berada di kisaran Rp14 ribu per kilogram. Kol pun naik dari Rp8 ribu menjadi Rp15 ribu per kilogram.

Ardi, pedagang di Pasar Rangkasbitung, membenarkan bahwa harga cabai oranye memang sudah naik dalam beberapa waktu terakhir.

“Dulu masih sekitar Rp80 ribu per kilo. Sekarang sudah Rp120 ribu,” ujarnya.

Sejumlah pedagang menduga kenaikan harga dipengaruhi faktor cuaca serta berkurangnya pasokan dari daerah sentra produksi.

Kondisi ini menyebabkan distribusi tidak maksimal sehingga harga di tingkat pasar ikut terdongkrak.

Para pedagang berharap ada langkah stabilisasi agar harga kebutuhan pokok kembali seimbang. Sebab, ketika harga terlalu tinggi, bukan hanya pembeli yang terdampak, tetapi perputaran dagangan pun ikut melambat.

Di tengah situasi ini, strategi jualan per bungkus kecil menjadi gambaran bagaimana pedagang bertahan di tengah gejolak harga.

Bagi sebagian warga, sepuluh biji cabai dalam plastik kecil kini sudah cukup untuk menyelamatkan rasa pedas di dapur tanpa harus merogoh kocek terlalu dalam. (*/Sahrul).

Rifki HUT Gerindra
WP-Backgrounds Lite by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann 1010 Wien