Harga Telur di Lebak Tembus Rp28 Ribu per Kilogram, Warga Mulai Mengeluh

 

LEBAK – Harga kebutuhan pokok kembali menjadi sorotan masyarakat. Kali ini, telur ayam ras yang biasanya menjadi andalan rumah tangga di Kabupaten Lebak melonjak hingga Rp28.000 per kilogram. Sebelumnya, harga telur stabil di kisaran Rp25.000 per kilogram.

Kenaikan harga ini membuat sebagian warga mulai mengeluh. Pasalnya, telur merupakan bahan makanan yang hampir setiap hari dikonsumsi, baik untuk kebutuhan rumah tangga, usaha kecil, hingga pelaku UMKM kuliner.

“Biasanya saya beli satu kilo masih Rp25 ribu, sekarang sudah Rp28 ribu. Kalau terus naik begini, jujur lumayan berat, apalagi untuk pedagang kecil seperti saya,” ujar Rina, salah seorang pedagang makanan di Rangkasbitung, Senin (29/9/2025).

Para pedagang di pasar tradisional juga mengakui adanya kenaikan harga. Namun, mereka menyebut kondisi ini terjadi akibat naiknya biaya pakan ayam dan distribusi.

“Stok ada, cuma memang harga dari pemasok sudah tinggi. Kami juga terpaksa menyesuaikan,” kata Dedi, pedagang telur di Pasar Rangkasbitung.

Sementara itu, masyarakat berharap pemerintah dapat mengambil langkah untuk menstabilkan harga, terutama menjelang akhir tahun ketika kebutuhan pangan biasanya meningkat.

Kenaikan harga telur ini bukan hanya terjadi di Lebak, tetapi juga di beberapa daerah lain di Banten.

Meski begitu, para pengamat ekonomi menyebut harga masih bisa berubah dalam beberapa minggu ke depan, tergantung pasokan dan permintaan di pasar. (*/Sahrul).

WP-Backgrounds Lite by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann 1010 Wien