Harga Telur di Lebak Terus Merangkak Naik, Warga Mulai Mengeluh
LEBAK– Harga telur ayam ras di Kabupaten Lebak kembali mengalami kenaikan berturut-turut dalam beberapa pekan terakhir.
Setelah sempat stabil di kisaran Rp 25.000 per kilogram, kini harga di pasaran melonjak hingga menyentuh Rp 29.000 per kilogram.
Kenaikan ini terjadi secara bertahap. Awalnya harga telur naik ke Rp 28.000, kemudian Rp 28.500, dan kini kembali naik menjadi Rp 29.000.
Kondisi tersebut membuat banyak warga dan pedagang kecil mulai mengeluh karena biaya kebutuhan rumah tangga ikut membengkak.
Seorang pedagang sembako di Rangkasbitung, Siti Rahmah, mengatakan bahwa kenaikan harga ini sudah terjadi sejak dua minggu terakhir.
“Setiap kali ambil stok di pasar induk, harganya selalu berubah. Kami bingung mau jual berapa, soalnya kalau dinaikkan pembeli pada protes,” ujarnya, Sabtu, (4/10/2025).
Dari pantauan di sejumlah pasar tradisional seperti Pasar Rangkasbitung, Pasar Sampay, pedagang menyebut pasokan telur masih lancar, namun harga di tingkat distributor terus mengalami penyesuaian.
Menurut informasi dari beberapa agen, penyebab kenaikan ini antara lain karena biaya pakan ayam yang meningkat, serta permintaan yang tinggi menjelang akhir tahun.
Sementara itu, warga berharap pemerintah daerah dapat memantau harga kebutuhan pokok agar tidak memberatkan masyarakat.
“Kami berharap ada langkah cepat dari dinas terkait supaya harga bisa kembali normal. Telur itu kebutuhan harian, bukan barang mewah,” ungkap Yanto, warga Rangkasbitung.
Kenaikan harga telur di Lebak ini menjadi perhatian banyak pihak karena berpotensi memicu efek domino terhadap harga bahan pangan lainnya. (*/Sahrul).

