Iklan Banner

Kemenag Lebak Gelar Survei Kepuasan Jemaah Haji 2025, Dorong Peningkatan Layanan Berbasis Suara Masyarakat

Dedi Haryadi HUT Gerindra

 

LEBAK– Komitmen Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Lebak dalam meningkatkan kualitas pelayanan ibadah haji terus ditunjukkan melalui berbagai upaya nyata.

Salah satunya adalah pelaksanaan Survei Kepuasan Jemaah Haji Tahun 2025, yang kini tengah dibuka untuk diisi oleh para jemaah.

Survei ini menjadi media aspirasi resmi yang dirancang untuk mengukur persepsi masyarakat atas mutu layanan yang diberikan Kemenag, khususnya selama masa pemberangkatan dan pemulangan di tanah air.

Kasi Haji dan Umrah Kemenag Lebak, Halimatussadiah, menyampaikan bahwa survei ini bukan hanya formalitas, melainkan bagian penting dari proses evaluasi dan perbaikan berkelanjutan.

“Kami ingin pelayanan haji tidak hanya berjalan sesuai SOP, tapi juga benar-benar dirasakan manfaatnya oleh jemaah. Masukan dari masyarakat adalah bahan bakar untuk kami terus berbenah,” ujarnya, Senin (28/7/2025).

Halimatussadiah menekankan bahwa ruang lingkup survei ini terbatas pada pelayanan selama jemaah berada di Indonesia mulai dari bimbingan manasik, administrasi, hingga proses keberangkatan dan pemulangan.

Agil HUT Gerindra

“Pelayanan selama di Arab Saudi merupakan tanggung jawab Pemerintah Pusat dan disampaikan melalui laporan terpisah. Kami di daerah fokus memastikan bahwa sejak dari rumah, para jemaah sudah mendapatkan hak dan perlindungan maksimal,” tambahnya.

Kemenag Lebak mengajak seluruh jemaah haji asal Lebak yang telah kembali ke tanah air untuk berpartisipasi aktif dalam survei ini melalui link berikut:

https://forms.gle/zuxjUMVHF8pYt3tp6

Isi survei ini akan dijadikan acuan penting dalam menilai sejauh mana kualitas pelayanan yang diberikan, serta bagian dari sistem akuntabilitas publik berbasis suara masyarakat.

“Kita ingin pelayanan haji tidak hanya baik di atas kertas, tapi juga dirasakan secara nyata. Oleh karena itu, suara Bapak/Ibu sekalian sangat kami butuhkan sebagai fondasi evaluasi,” lanjut Halimatussadiah.

Melalui pendekatan partisipatif seperti ini, Kemenag Lebak berharap dapat mewujudkan layanan publik yang semakin profesional, transparan, dan sesuai harapan umat.

“Jemaah bukan sekadar objek layanan, tapi mitra strategis dalam membangun sistem pelayanan yang lebih manusiawi dan bermartabat,” tutupnya.

Dengan adanya survei ini, Kemenag Lebak menunjukkan bahwa reformasi birokrasi tidak hanya soal sistem, tapi juga tentang mendengar, merespons, dan bertindak berdasarkan kebutuhan masyarakat. (*/Sahrul).

Rifki HUT Gerindra
WP-Backgrounds Lite by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann 1010 Wien