Kumala Kritisi Anggaran Perjalanan Dinas DPRD Lebak Lebihi Anggaran Perbaikan Jalan
LEBAK – Mahasiswa Kabupaten Lebak mengkritisi besarnya anggaran perjalanan dinas bagi 50 anggota DPRD Lebak yang mencapai Rp29 miliar, dibandingkan dengan anggaran untuk perbaikan jalan rusak yang hanya Rp20 miliar.
“Anggaran untuk perjalanan dinas legislator tidak sebanding dengan kebutuhan masyarakat, terutama untuk perbaikan jalan-jalan yang rusak,” kata Muhamad Oji, aktivis Keluarga Mahasiswa Lebak (Kumala), Selasa (21/1/2025).
Padahal Lebak, kata dia masih ada 187,064 kilometer jalan rusak di Kabupaten Lebak yang perlu segera diperbaiki. Sementara, jalan dalam kondisi baik hanya mencapai 562,306 kilometer.
“Contohnya, Jalan Ona Rangkasbitung, Kaduagung Timur, dan beberapa jalan kota lainnya penuh dengan lubang. Belum lagi jalan desa dan jalan di wilayah Lebak Selatan yang sama sekali tidak mendapatkan perhatian,” ungkapnya.

Menurut Oji, pemerintah daerah sering beralasan kekurangan anggaran ketika masyarakat mengeluhkan jalan rusak, meskipun masyarakat telah berinisiatif memperbaiki jalan secara swadaya.
“Ketika Pemkab Lebak memutar otak untuk mencari anggaran perbaikan jalan, para wakil rakyat justru menggunakan puluhan miliar untuk perjalanan dinas yang belum tentu memberikan dampak nyata bagi Lebak,” ujarnya.
Ia juga mempertanyakan transparansi dan manfaat dari perjalanan dinas tersebut, dan berharap agar peruntukan anggaran itu diawasi secara ketat.
“Kalau perjalanan dinas itu membawa manfaat nyata dan terasa langsung oleh masyarakat, tentu akan lebih diterima. Tapi ini tidak jelas, dan rasanya sulit berharap para wakil rakyat merelakan anggaran itu untuk kebutuhan yang lebih mendesak,” tambahnya.
Terpisah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Lebak, Irvan Suyatufika, menjelaskan bahwa tahun ini alokasi anggaran untuk perbaikan jalan mengalami penurunan signifikan.
“Tahun ini, anggaran untuk penanganan jalan rusak hanya Rp20 miliar, yang cukup untuk memperbaiki tujuh kilometer jalan. Padahal, pada tahun 2024, kami berhasil menangani hingga 40 kilometer jalan rusak,” ujar Irvan.(*/Nandi)
