Madu Cingagoler Lebak Akan Tampil di Italia, Butuh Dukungan Pemerintah

Dprd ied

LEBAK – Ketika memasuki perkampungan Cingagoler, kami disuguhkan dengan cat warna rumah pernak-pernik khas tawon. Sebagai petanda kampung ini memiliki penghasil utama madu.

Kampung Cingagoler, Desa Panyaungan, Kecamatan Cihara, Kabupaten Lebak, kini dikenal sebagai kampung penghasil madu asli terbaik. Produknya sudah dikenal di banyak kalangan, dipasarkan di pasar lokal dan kini sudah mulai merambah ke pasar internasional.

Kesempatan menambah pengalaman dan peningkatan kapasitas untuk para petani lebah disupport setiap tahunnya oleh LSM Internasional. Sehingga kegiatan kegiatan budidaya madu bisa kontinyu sampai saat ini. Bahkan dalam 6 tahun terakhir delegasi dari madu Cingagoler kembali lolos dan menjadi delegasi dari Indonesia ke Turin Italia.

Komunitas Madu Cingagoler (MACING) didirikan dari keresahan terhadap daerah sendiri, Wandi S. Assayid selaku penggagas membentuk komunitas Macing untuk dapat memanfaatkan potensi alam agar tetap dijaga kelestariannya sehingga bisa memberikan kemanfaatan untuk masyarakat.

“Yang tak kalah penting adalah bagaimana membenahi komunitas ini diawali dari pola pikir pemuda di Cingagoler agar bisa konstruktif sehingga bisa menginspirasi masyarakat lainnya,” ujar Wandi jepada faktabanten.co.id, Senin (18/6/2018).

Madu Cingagoler diproduksi secara alami tanpa ada unsur campuran gula ataupun pemanis buatan. Kami saat ini telah memiliki sekitar ratusan buah koloni yang diletakkan di atas pohon sekitaran rumah warga di sini,” jelasnya.

dprd tangsel

“Kami juga memiliki komoditi lain seperti kelapa kopyor yang bisa dinikmati baik di tempat ataupun di pinggir pantai secara langsung,” imbuh Wawan.

Wawan sang petani memaparkan bahwa panen madu dilakukan jika koloni sudah disimpan selama satu bulan setengah, karena waktu itu sangat ideal hingga mencapai madu yang siap konsumsi dan bisa dijadikan obat.

“Madu yang dipanen setiap satu bulan setengah inilah yang dipasarkan dan memiliki manfaat untuk pengobatan,” Wawan menambahkan.

Potensi yang besar untuk menumbuhkan ekonomi warga dan mengenalkan Kabupatennya Lebak ke dunia internasional sayangnya masih belum mendapat dukungan dari Pemerintah Kabupaten Lebak. Namun perhatian justru hadir dari LSM internasional.

“Kondisi ini memang belum sejalan dengan pemerintah kabupaten Lebak. Bentuk perhatian kepada belum terlihat, meskipun kami sukses mengibarkan bendera merah putih di Forum Komunitas Internasional di Italia,” ungkap Wawan.

Di tahun ketiga ini MACING akan berangkat kembali ke Italia untuk mempresentasikan kearifan lokal dalam bertani dan kegiatan konservasi kami tentang madu agar tetap lestari kami

“Kami tak akan pernah bosan untuk terus mengibarkan bendera merah putih di Forum Internasional, mengenalkan bahwa putera-puteri Indonesia juga ada yang sukses dalam hal bisnis budi daya madu yang terkadang di anggap sebelah mata oleh sebagian pihak,” tegasnya. (*/Eza-YF)

Golkat ied