Pemkab Lebak Bersiap Tata Ulang Masjid Agung Rangkasbitung, Anggaran Miliaran Disiapkan
LEBAK – Pemerintah Kabupaten Lebak mulai menyusun langkah penataan ulang Masjid Agung Rangkasbitung sebagai bagian dari pembenahan kawasan pusat kota.
Masjid yang berada di jantung ibu kota kabupaten itu direncanakan akan dipugar pada tahun anggaran 2026, dengan estimasi dana awal mencapai Rp5 miliar.
Rencana pemugaran ini mencuat seiring rampungnya revitalisasi Alun-alun Rangkasbitung yang kini menjadi ruang publik favorit warga.
Pemerintah menilai, kawasan pusat kota perlu ditata secara menyeluruh agar fungsi ruang ibadah, sosial, dan publik berjalan seimbang.
Sekretaris Daerah Kabupaten Lebak, Halson Nainggolan, mengatakan penataan Masjid Agung merupakan bagian dari konsep besar penataan kota, bukan sekadar proyek fisik semata.
“Kalau alun-alun sudah dibenahi dan menjadi pusat aktivitas warga, maka masjid yang berdampingan langsung dengan kawasan itu juga harus diperhatikan. Penataan kota harus utuh, tidak boleh timpang,” ujar Halson, Minggu (18/1/2026).
Ia menjelaskan, anggaran Rp5 miliar yang disiapkan saat ini masih bersifat penyesuaian awal.
Berdasarkan kajian teknis dan dokumen perencanaan, kebutuhan ideal pemugaran Masjid Agung Rangkasbitung sebenarnya berada di kisaran Rp8 miliar.
Namun keterbatasan fiskal daerah membuat pemerintah memilih skema bertahap.
“Kita sesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah. Tidak semua bagian dikerjakan sekaligus. Prioritasnya pada area yang paling mendesak agar fungsi masjid tetap optimal,” jelasnya.
Pemugaran nantinya akan difokuskan pada peningkatan kenyamanan jamaah, perbaikan struktur bangunan, serta penataan area penunjang agar masjid lebih representatif sebagai pusat kegiatan keagamaan dan sosial masyarakat.
Sebagai bagian dari penataan kawasan, Pemkab Lebak sebelumnya telah menyelesaikan revitalisasi Alun-alun Rangkasbitung dengan anggaran hampir Rp4,9 miliar.
Alun-alun kini dilengkapi berbagai fasilitas publik, mulai dari area olahraga, ruang bermain anak, hingga jalur pedestrian dan lintasan lari.
Tak berhenti di situ, pemerintah daerah juga merencanakan penambahan anggaran sekitar Rp1 miliar untuk melengkapi fasilitas alun-alun, termasuk pembangunan toilet umum dan penyempurnaan jalur pejalan kaki.
Dengan rencana pemugaran Masjid Agung Rangkasbitung, Pemkab Lebak berharap wajah pusat kota ke depan tidak hanya tampil lebih tertata, tetapi juga mampu menjadi ruang ibadah yang nyaman, aman, dan mencerminkan identitas religius masyarakat Lebak. (*/Sahrul).
