PII Lebak Gelar Pelatihan Kepemimpinan Pelajar Di Desa Adat Citorek
LEBAK – Pelajar Islam Indonesia (PII) Kabupaten Lebak menggelar pelatihan Leadership Basic Training (LBT) atau pelatihan kepemimpinan di daerah desa adat kasepuhan Citorek, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Lebak, yang dimulai pada tanggal 2 hingga 5 Januari 2025.
“Kegiatan ini dilaksanakan di desa adat tepatnya di sekolah SMAN 2 Cibeber yang diikuti peserta sebanyak 20 pelajar,” kata ketua umum PII Lebak, Ari Purwanto, pada Sabtu (4/1/2025).
Lokasi yang berada di kawasan perbukitan yang luasnya mencapai 7.416 hektar dan daerah itu menjadi wilayah adat Kasepuhan Citorek, yang di dalamnya mencakup empat desa, yakni Desa Citorek Timur, Citorek Barat, Citorek Tengah, dan Citorek Selatan.
Pusat Kasepuhan Citorek secara keseluruhan berada di Desa Citorek Timur, tepatnya di Kampung Guradog, dan kini daerah sekitar itu disambangi organisasi PII untuk menempa sejumlah pelajar melalui pelatihan kepemimpinan.
Menurut Ari, pelaksanaan pelatihan yang digelar didesa adat itu juga dianggapnya sebagai realisasi dari tujuan yang dimiliki oleh organisasi PII.
“PII memiliki tujuan untuk menyempurnakan pendidikan dan kebudayaan, jadi kita selain mengadakan pelatihan di desa adat tentu kita disini langsung turun bisa belajar dalam mengamati di desa yang penuh budaya ini,” jelasnya.
“Disini budayanya perlu dipertahankan dan dilestarikan, di desa adat ini juga banyak kekayaan alam yang banyak serta destinasi wisatanya yang sangat bagus,” sambungnya.
Ari mengungkapkan, semoga langkah pengkaderan atau pelatihan ini dapat menjadi pengembangan potensi setiap pelajar, menurutnya pelatihan di wilayah itu baru pertama kali diadakan.
“Semoga mereka yang mengikuti kegiatan ini menjadi pelajar yang dapat mengembangkan semua kemampuannya sehingga dapat berpartisipasi baik dari akademik maupun non akademik,” ucapnya.
Sementara itu, Ending Rosadi, Wakil Kepala Sekolah SMA 2 Cibeber, Turut menyambut baik adanya pelatihan yang dapat memicu pengembangan pendidikan, keislaman dan kebudayaan.
“Apapun itu bentuk pelatihan selagi positif dalam peningkatan pengembangan pada pendidikan tentu kami sambut baik,” ujarnya.
Ia berharap upaya pelatihan itu dapat menghasilkan pelajar yang bisa menjadi pemimpin yang lahir daerah desa adat.
“Semoga ada regenerasi pemuda dari desa adat yang berpotensi menjadi pemimpin dimasa depan dan bisa membawa perubahan didaerahnya,” tutupnya.(*/Nandi)

