PII Lebak Titip Harapan untuk Bupati Baru, Pendidikan dan Infrastruktur Harus Jadi Prioritas
LEBAK – Pengurus Daerah Pelajar Islam Indonesia (PII) Kabupaten Lebak menyampaikan sejumlah harapan kepada Bupati Lebak yang sudah dilantik pada 2025.
PII menekankan pentingnya perbaikan di sektor pendidikan dan infrastruktur sebagai langkah utama dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat Lebak.
Ketua PII Lebak, Ari Purwanto menyoroti masih banyaknya sekolah di daerah terpencil yang minim fasilitas, termasuk kekurangan tenaga pengajar.
Ia berharap pemerintah daerah lebih serius dalam meningkatkan kualitas pendidikan agar tidak ada lagi kesenjangan antara sekolah di perkotaan dan pedesaan.
“Banyak sekolah di daerah pelosok masih kekurangan guru, fasilitasnya juga jauh dari layak. Kami ingin bupati yang baru benar-benar memperhatikan kondisi ini agar semua pelajar mendapatkan pendidikan yang sama baiknya,” kata dia kepada Fakta Banten, Kamis (20/2/2025).
Selain itu, ia juga mendorong program beasiswa bagi pelajar berprestasi dan kurang mampu agar tidak ada anak di Lebak yang putus sekolah karena alasan ekonomi.
Selain pendidikan, Ari juga menyoroti kondisi infrastruktur di beberapa wilayah yang masih tertinggal.
Mereka menilai akses jalan yang rusak serta minimnya transportasi publik di daerah terpencil masih menjadi hambatan bagi masyarakat dalam menjalani aktivitas ekonomi dan pendidikan.

“Jalan yang rusak dan sulit dilalui menghambat mobilitas masyarakat, termasuk pelajar yang harus menempuh perjalanan jauh ke sekolah. Kami ingin ada pemerataan pembangunan infrastruktur agar tidak ada lagi daerah yang terisolasi,” terangnya.
Ia berharap bupati yang baru dapat mempercepat pembangunan infrastruktur dengan tetap mengutamakan kualitas, sehingga tidak hanya sekadar proyek seremonial tetapi benar-benar bermanfaat bagi masyarakat.
Ari juga meminta agar pemerintah daerah lebih banyak melibatkan pemuda dan pelajar dalam proses pembangunan.
Mereka menilai bahwa generasi muda harus diberi ruang untuk berkontribusi dalam merumuskan kebijakan daerah, terutama yang berkaitan dengan pendidikan dan kesejahteraan sosial.
“Jangan hanya melibatkan pemuda saat kampanye, tapi setelah terpilih malah diabaikan. Kami ingin pemuda diberikan peran nyata dalam pembangunan daerah,” tegas Ketua PII Lebak.
Mereka berharap pemerintah daerah dapat membuka forum diskusi yang melibatkan organisasi kepemudaan agar suara dan aspirasi mereka benar-benar didengar.
Dengan berbagai harapan yang disampaikan, Ari menegaskan bahwa mereka akan terus mengawal kebijakan pemerintah daerah agar lebih berpihak pada masyarakat, khususnya pelajar dan pemuda.
“Kami ingin melihat bupati yang benar-benar bekerja untuk rakyat, bukan hanya sekadar janji politik. Pendidikan, infrastruktur, dan kesejahteraan pemuda harus menjadi prioritas utama,” tutupnya.
PII Lebak berharap bahwa kepemimpinan baru di Kabupaten Lebak akan membawa perubahan nyata dan memberikan dampak positif bagi seluruh masyarakat, terutama generasi muda yang akan menjadi pemimpin masa depan. (*/Sahrul).


