Refleksi Sejarah Ottoman di Acara Yonif 318/AY Badak Hitam, Ini Pesan Bupati Lebak
LEBAK– Momentum penandatanganan prasasti dan kegiatan penanaman pohon di lingkungan Yonif 318/AY Badak Hitam pada Senin (16/3/2026) tidak hanya menjadi simbol pembangunan dan kepedulian terhadap lingkungan, tetapi juga menjadi ruang refleksi tentang pentingnya kepemimpinan yang bersih dan adil bagi kemajuan bangsa.
Dalam kegiatan tersebut, Bupati Lebak Mochamad Hasbi Asyidiki Jayabaya menekankan bahwa kemakmuran sebuah negara tidak hanya ditentukan oleh kekuatan ekonomi atau pembangunan fisik semata, tetapi sangat bergantung pada integritas pemerintahan dan kebahagiaan rakyatnya.
Menurutnya, sejarah dunia telah memberikan banyak pelajaran berharga mengenai bagaimana sebuah peradaban bisa mencapai masa kejayaan.
Salah satu contoh yang kerap dijadikan referensi adalah kejayaan Kekaisaran Ottoman pada abad ke-16, yang dikenal sebagai kekuatan besar dengan tata kelola pemerintahan yang terorganisir dan mampu merangkul berbagai latar belakang masyarakat.
Bupati Lebak menyinggung pelajaran penting dari peradaban tersebut. Dalam sebuah kesempatan, ia menuturkan bahwa di masa Ottoman terdapat pendidikan khusus bagi calon pemimpin daerah yang menanamkan prinsip-prinsip dasar tentang kekuatan negara.
Salah satu ajaran yang sering dikutip berbunyi bahwa tidak ada negara yang kuat tanpa tentara yang tangguh.
Namun tentara yang kuat juga tidak dapat berdiri tanpa dukungan keuangan negara. Sementara kekuatan ekonomi hanya dapat tercipta apabila rakyat hidup makmur dan sejahtera.
Rantai pemikiran itu berujung pada satu kesimpulan penting rakyat tidak akan merasakan kebahagiaan dan kesejahteraan apabila pemerintahan tidak berjalan secara bersih dan adil.
Bupati Hasbi menilai pesan tersebut masih sangat relevan bagi kehidupan berbangsa saat ini.
Ia mengingatkan bahwa pembangunan yang berkelanjutan harus dimulai dari komitmen bersama untuk menjaga integritas pemerintahan.
“Negara akan sulit mencapai kemajuan apabila kepercayaan masyarakat kepada pemerintah melemah. Karena itu, pemerintah harus bekerja dengan jujur, transparan, dan berpihak kepada kepentingan rakyat,” ujar Hasbi.
Ia juga menambahkan bahwa keberadaan aparat negara, termasuk institusi pertahanan, pada hakikatnya adalah untuk melindungi masyarakat.
Tanpa disiplin dan loyalitas kepada rakyat, kekuatan tersebut justru dapat berubah menjadi ancaman.
Dalam pandangannya, rakyat adalah pemilik sesungguhnya dari negara. Pajak yang dibayarkan masyarakat menjadi sumber utama pembiayaan berbagai kebutuhan negara, termasuk operasional aparat dan pembangunan nasional.
Karena itu, Hasbi mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga semangat kebersamaan dalam membangun daerah.
Menurutnya, kemakmuran tidak hanya lahir dari kebijakan pemerintah, tetapi juga dari partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga nilai kejujuran, persatuan, serta kepedulian terhadap lingkungan.
Kegiatan penanaman pohon di Yonif 318/AY Badak Hitam sendiri menjadi simbol bahwa pembangunan tidak boleh melupakan keseimbangan alam.
Selain memperkuat pesan kepemimpinan yang bersih, langkah tersebut juga menjadi pengingat bahwa masa depan generasi berikutnya harus dijaga mulai dari sekarang.
“Jika pemerintahan berjalan adil dan masyarakat ikut menjaga nilai-nilai kebersamaan, maka kesejahteraan bukan lagi sekadar harapan, tetapi bisa menjadi kenyataan bagi semua,” tutup Hasbi. (*/Sahrul).

