Rumah Warga Warunggunung Lebak Terbakar Hebat, Kerugian Capai Rp50 Juta

LEBAK– Suasana subuh yang biasanya tenang di Kampung Gunung, Desa Warunggunung, Kabupaten Lebak, mendadak berubah mencekam ketika sebuah rumah semi permanen dilalap api, Minggu (1/6/2025) sekitar pukul 03.11 WIB.
Rumah dalam keadaan kosong saat insiden terjadi, dan meskipun tidak ada korban jiwa, kerugian yang ditaksir mencapai Rp50 juta.
Bangunan yang terbakar diketahui milik Uni (60), warga setempat yang saat kejadian tidak berada di tempat.
Warga yang melihat kepulan asap dan kobaran api mencoba memadamkan dengan alat seadanya.
Namun karena struktur rumah terbuat dari bahan mudah terbakar, api dengan cepat melahap hampir seluruh bagian bangunan.
Khawatir api merembet ke rumah-rumah di sekitarnya, warga segera melapor ke Dinas Pemadam Kebakaran Satpol PP Lebak.
Dalam waktu singkat, satu unit mobil damkar dikerahkan ke lokasi. Berkat respons cepat dan kerja sigap petugas, api berhasil dijinakkan kurang dari satu jam.
“Alhamdulillah pemadaman berlangsung lancar. Api berhasil kami padamkan sebelum merembet ke bangunan lain,” ujar Koordinator Damkar Satpol PP Lebak, Ade Apriyadi saat dikonfirmasi, pada Minggu (1/6/2025).

Menurut Ade, dugaan sementara kebakaran dipicu oleh korsleting listrik di bagian dalam rumah. Karena rumah tak berpenghuni, api sempat membesar tanpa ada yang menyadari lebih awal.
“Kami duga korsleting listrik jadi pemicunya. Ini peringatan bagi warga agar rutin memeriksa instalasi listrik, apalagi jika rumah jarang ditinggali,” tambahnya.
Setelah api berhasil dipadamkan sekitar pukul 04.00 WIB, petugas melakukan pendinginan untuk mencegah api kembali menyala.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, hampir seluruh barang-barang milik korban tidak bisa diselamatkan.
“Kerugiannya diperkirakan mencapai Rp50 juta, karena banyak harta benda hangus terbakar,” kata Ade.
Sementara itu, Rama, warga sekitar, menyebut rumah tersebut memang sering terlihat kosong.
“Rumahnya ada yang punya, tapi memang jarang dihuni. Untungnya tidak ada korban dan api nggak menyebar ke rumah lainnya,” ujarnya.
Kejadian ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan terhadap potensi bahaya listrik di lingkungan rumah, terutama saat rumah dalam keadaan kosong.
Warga diimbau agar rutin melakukan pengecekan instalasi dan tidak menunda perbaikan bila ada tanda-tanda kerusakan. (*/Sahrul).

