Sekolah Rakyat Bakal Hadir di Lebak, 100 Pelajar Kurang Mampu Dibidik Jadi Peserta

LEBAK -Program Sekolah Rakyat akan mulai digulirkan di Kabupaten Lebak pada Juli 2025. Seratus pelajar dari keluarga kurang mampu telah dipilih untuk mengikuti program ini, yang bertujuan membuka akses pendidikan lanjutan secara gratis dan setara jenjang SMA/SMK.
Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial pada Dinas Sosial (Dinsos) Lebak, Lela Gifty Cleria, mengatakan pihaknya telah menyiapkan daftar peserta berdasarkan data resmi dari Kementerian Sosial.
“Kami sudah tetapkan 100 siswa dan dua peserta cadangan untuk mengantisipasi kemungkinan pengunduran diri,”ujarnya saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Senin (23/6/2025).
Menurut Lela, seleksi dilakukan melalui basis data yang dikumpulkan dari Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) yang diterbitkan Kemensos.
Fokus utama seleksi ini ialah anak-anak dari keluarga masuk kategori miskin ekstrem (desil 1) dan miskin (desil 2).

“Dari sekitar 10 ribu remaja usia sekolah tingkat SMA di Lebak, kita pilih yang paling rentan secara ekonomi,” jelasnya.
Untuk tahap awal, kegiatan belajar akan menggunakan fasilitas gedung Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Banten yang berlokasi di daerah Ona.
Pemkab Lebak, lanjut Lela, telah mengusulkan pembangunan gedung permanen khusus untuk Sekolah Rakyat di wilayah Kecamatan Panggarangan.
“Tahun ini kita manfaatkan dulu gedung BPMP, tapi ke depan ditargetkan sudah punya tempat sendiri,” imbuhnya.
Program ini merupakan bagian dari kebijakan nasional yang dicanangkan pemerintah pusat sebagai upaya memperluas akses pendidikan menengah bagi kelompok yang selama ini sulit menjangkaunya.
Harapannya, kehadiran Sekolah Rakyat bisa menjadi pintu masuk untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di daerah-daerah tertinggal.
Dengan langkah awal ini, Pemkab Lebak berharap tak sekadar mengejar kuantitas siswa bersekolah, namun juga memastikan kualitas layanan pendidikan tetap terjaga dan relevan dengan kebutuhan masyarakat. (*/Sahrul).

