Iklan Banner

Tradisi Cuci Pusaka Kasepuhan Cisitu Lebak, Warisan Leluhur yang Tetap Lestari di Tengah Modernisasi

DPRD Kab Serang HPN

 

LEBAK– Di tengah derasnya arus modernisasi, masyarakat adat Kasepuhan Cisitu, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Lebak, masih teguh menjaga tradisi leluhur.

Setiap tahun, tepat pada bulan Maulid Nabi Muhammad SAW, mereka menggelar prosesi sakral penyucian benda pusaka di Imah Gede Kasepuhan Cisitu.

Puluhan masyarakat hadir dengan penuh kekhidmatan, membentuk lingkaran di sekitar pusaka yang akan disucikan.

Satu per satu benda pusaka peninggalan leluhur mulai dari keris, kujang, golok, tombak, hingga tongkat dikeluarkan dari tempat penyimpanannya. Dengan hati-hati, benda-benda berusia puluhan bahkan ratusan tahun itu dimandikan menggunakan air khusus.

Bagi masyarakat adat Cisitu, prosesi ini bukan sekadar membersihkan logam tua. Setiap tetes air dipercaya membawa makna spiritual: menyucikan diri, menjernihkan hati, dan menguatkan kebersamaan.

“Ritual ini sudah diwariskan secara turun-temurun. Tidak pernah terputus setiap tahun. Inilah cara kami menjaga kelestarian adat dan menghormati leluhur,” ungkap Reza Indrawan, salah seorang warga Kasepuhan Cisitu, Kamis (11/9/2025).

HPN Dinkes Prokopim

Reza menjelaskan bahwa pusaka bagi masyarakat bukan hanya benda mati. Ia adalah simbol sejarah, pengingat perjuangan para leluhur, sekaligus perekat kebersamaan.

“Menyucikan pusaka itu sebenarnya simbol untuk menyucikan diri. Supaya hati, mata, dan pikiran tetap jernih,” ujarnya.

Selain prosesi pencucian pusaka, acara ini juga dirangkaikan dengan doa bersama dan lantunan sholawat kepada Nabi Muhammad SAW.

Suasana menjadi hangat sekaligus khidmat, menegaskan bahwa tradisi ini bukan hanya ritual adat, tetapi juga wujud rasa syukur dan silaturahmi warga.

“Dengan melihat pusaka ini, kami sadar betapa besar perjuangan para pendahulu menjaga adat, budaya, dan kehormatan. Karena itu, kami selalu berdoa dan bersholawat agar nilai-nilai leluhur tetap hidup di hati masyarakat,” tambah Reza.

Bagi Kasepuhan Cisitu, cuci pusaka bukan hanya ritual tahunan, melainkan ikrar bersama bahwa warisan leluhur tetap harus dijaga meski zaman terus berubah.

Tradisi ini menjadi bukti bahwa kearifan lokal masih mampu berdiri kokoh di tengah gempuran modernisasi.(*/Sahrul).

HUT Fakta PT PCM
WP-Backgrounds Lite by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann 1010 Wien