Tragis di Karangseke Lebak, Dua Wisatawan Tewas Terseret Ombak, Satu Anak Selamat
LEBAK – Liburan di Pantai Karangseke, Kecamatan Wanasalam, Kabupaten Lebak, berakhir duka.
Dua wisatawan muda ditemukan tak bernyawa setelah terseret ombak besar, sementara satu anak lainnya berhasil selamat dari maut.
Peristiwa memilukan ini terjadi saat gelombang tinggi tiba-tiba menerjang garis pantai pada Minggu sore (6/7/2025).
Pantai Karangseke kembali memakan korban. Tiga warga asal Kampung Cinangrang, Desa Jalupang, Kecamatan Banjarsari, tengah bermain di tepi pantai ketika ombak besar datang menyapu mereka.
Mereka adalah Syarudin (21), Revi (10), dan Vera (12). Dalam hitungan detik, ketiganya terseret arus deras ke tengah laut.
Tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas Banten, TNI-Polri, BPBD, nelayan lokal, dan warga sekitar langsung bergerak cepat melakukan upaya penyelamatan.
Beruntung, Revi berhasil ditarik ke daratan dalam kondisi selamat. Namun dua lainnya hilang ditelan laut.
Pencarian berlangsung intens sejak pagi keesokan harinya, Senin (7/7/2025). Setelah berjam-jam menyisir pesisir dan laut terbuka, tim akhirnya menemukan jasad Vera sekitar pukul 13.23 WIB, mengambang di perairan sejauh 0,5 mil laut dari lokasi awal kejadian.
Sebelumnya, jenazah Syarudin telah lebih dulu ditemukan pada Minggu malam.
“Tim SAR telah mengupayakan pencarian maksimal sejak pagi. Korban kedua ditemukan siang ini dan langsung dievakuasi ke Puskesmas Binuangeun untuk diserahkan kepada keluarga,” jelas Komandan Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten, Estu Riyadi, Selasa (8/7/2025).
Estu juga mengungkapkan bahwa proses pencarian diwarnai tantangan medan dan arus laut yang tidak bersahabat. Meski demikian, sinergi berbagai unsur menjadi kunci keberhasilan misi pencarian.
Ketiga korban diketahui datang bersama rombongan keluarga untuk berwisata. Sayangnya, mereka tidak menyadari bahwa kawasan tersebut memiliki karakteristik ombak yang bisa berubah drastis dalam waktu singkat.
Tragedi di Karangseke menjadi peringatan keras bagi wisatawan dan pengelola pantai akan pentingnya keselamatan di kawasan wisata bahari.
Gelombang laut yang tenang bisa berubah ganas dalam sekejap.
Pemerintah dan masyarakat diharapkan lebih meningkatkan pengawasan serta edukasi pengunjung, agar kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari. (*/Sahrul).

