Iklan Banner

Virus Dracin Menjalar ke Lebak, Warga Ramai Bermimpi Jadi CEO, Ini Kata Pengamat

 

LEBAK – Gelombang demam Dracin (drama Cina) kini tak hanya meramaikan kota-kota besar. Di Kabupaten Lebak, Banten, tren ini menjalar cepat, membentuk gaya hidup baru, bahkan memantik mimpi sebagian warga untuk menjadi CEO muda seperti karakter-karakter yang kerap tampil di layar kaca.

Fenomena ini tak lagi sebatas tontonan hiburan. Di sejumlah warung kopi hingga ruang-ruang diskusi anak muda, perbincangan soal tokoh utama yang sukses membangun perusahaan dari nol menjadi topik yang hangat dibahas.

Aji, seorang pengamat sosial sekaligus narasumber yang ditemui pekan ini, menyebut fenomena tersebut sebagai “gelombang inspirasi yang lahir dari budaya populer”.

“Dulu anak muda banyak terinspirasi dari film barat atau tokoh nasional. Sekarang, karakter CEO muda di drama Cina jadi simbol baru kesuksesan. Mereka pintar, tegas, kaya, dan visioner. Itu yang melekat di imajinasi penonton,” ujar Aji, Senin (2/3/2026).

Platform streaming seperti iQIYI, WeTV, dan Netflix memudahkan masyarakat mengakses berbagai judul drama populer asal Tiongkok.

Cerita tentang konglomerat muda, pewaris perusahaan raksasa, hingga kisah romansa di lingkungan korporasi menjadi daya tarik utama.

Di Lebak sendiri, tren ini terasa di kalangan remaja hingga pekerja muda. Beberapa di antaranya mulai tertarik belajar bisnis digital, investasi, hingga membangun personal branding di media sosial.

Rani warga Rangkasbitung, mengaku awalnya hanya menonton untuk hiburan. Namun lama-kelamaan ia tertarik mempelajari dunia bisnis.

“Karakter CEO di drama itu terlihat visioner dan berani ambil risiko. Saya jadi termotivasi buka usaha kecil-kecilan online,” ujarnya.

Meski membawa dampak positif berupa motivasi, Aji mengingatkan agar masyarakat tetap rasional.

Agil HUT Gerindra

“Drama tetaplah fiksi. Realitas membangun bisnis tidak semudah dalam cerita 30 episode. Ada proses panjang, risiko, dan kerja keras,” katanya.

Menurutnya, fenomena ini menarik karena menunjukkan adanya perubahan aspirasi generasi muda di daerah.

Jika sebelumnya profesi PNS atau pegawai perusahaan besar menjadi impian utama, kini banyak yang bercita-cita menjadi pengusaha atau pemimpin startup.

Secara sosiologis, tren ini menandakan terbukanya akses informasi global yang makin luas, bahkan hingga ke daerah. Konten digital telah memengaruhi cara pandang dan cita-cita masyarakat.

Tak bisa dipungkiri, media sosial mempercepat penyebaran virus Dracin ini. Potongan adegan CEO karismatik dengan latar gedung pencakar langit sering viral di TikTok dan Instagram, lengkap dengan kutipan motivasi.

Fenomena ini kemudian menciptakan efek domino: gaya berpakaian formal, istilah bisnis, hingga konten CEO mindset ramai ditiru.

Namun demikian, sejumlah pengamat menilai tren ini bisa menjadi peluang positif jika diarahkan dengan tepat misalnya dengan edukasi kewirausahaan, literasi finansial, dan pelatihan bisnis bagi generasi muda Lebak.

Kabupaten Lebak yang selama ini dikenal dengan potensi pertanian dan pariwisata, kini menyaksikan tumbuhnya mimpi-mimpi baru di kalangan warganya. Mimpi untuk tidak hanya menjadi pekerja, tetapi pencipta lapangan kerja.

“Selama itu mendorong semangat belajar dan berusaha, saya kira ini hal baik. Yang penting jangan terjebak glamor semata,” tutup Aji.

Fenomena Virus Dracin mungkin terdengar unik, tetapi ia mencerminkan perubahan zaman. Dari layar drama ke ruang mimpi, dari hiburan ke ambisi.

Di Lebak, cerita-cerita CEO muda kini tak lagi sekadar tontonan melainkan percikan harapan bagi generasi yang ingin naik kelas. (*/Sahrul).

Rifki HUT Gerindra
WP-Backgrounds Lite by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann 1010 Wien